Jakarta – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang pada seluruh moda transportasi umum sebanyak 10% pada periode natal dan tahun baru 2016 mendatang. Jonan memperkirakan bahwa moda angkutan yang mengalami peningkatan penumpang paling signifikan adalah angkutan udara.
“Kalau tumbuh, prediksi kami tumbuh 10% untuk semua moda angkutan, maksimum 17%. Yang banyak udara, kita tidak tahu. Kalau prediksi operasi Natal tahun lalu hampir 50%. Banyak sekali. Orang bilang ekonomi susah tapi (jumlah penumpang) naik terus,” ungkapnya saat meninjau kesiapan sarana dan prasarana kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin (20/12).
Disinggung soal kesiapan pihak Bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di musim liburan, Jonan menilai pihak Bandara kurang memperhatikan perihal faktor keamanan.
” Sama dengan yang di Halim, pemeriksaan sekuritinya menurut saya kurang ketat. Kan tadi dirutnya ngomong cuma ring 1 (yang kurang ketat), tapi menurut saya ring 2 juga kurang,” ujar Jonan.
Dalam pantauannya di Bandara Soekarno Hatta, Jonan mendapati pemeriksaan Body scan pada calon penumpang dilakukan pada 2 orang sekaligus, padahal seharusnya dilakukan pada satu per satu penumpang.
“Mungkin petugas capek, saya enggak tahu. Apa diganti robot saja petugasnya supaya tidak capek,” tutur Jonan menggelitik.
Dalam pandangan Jonan, keamanan penumpang adalah yang utama. Jadi bukan suatu masalah jika penumpang harus rela mengantre lebih lama untuk sesi Body scan. Toleransi petugas terhadap penumpang meski metal detector berbunyi juga dianggap tidak seharusnya dibiarkan oleh Jonan.
“Mau ngantre apa mau aman? Ini satu pilihan lho bagi masyarakat. Kalau betul-betul aman harus diperiksa dengan baik, Ring 2 minimal. Pokoknya kalau lewat detektor nggak boleh ada bunyi,” tukasnya.