Jakarta – Menyusul rencana penggarapan proyek kereta ekspres rute Bandara Soekarno Hatta – Stasiun Jakarta Kota, Kementerian Perhubungan segera bermanuver dengan mendesain ulang proyek pembangunan kereta jarak dekat tersebut. Kementerian Perhubungan sendiri masih dalam posisi menunggu hasil kajian ulang pembangunan Kereta ekspres Bandara Soekarno Hatta-Kota.
“Yang dibangun KAI tetap, yang ekspres lewat Stasiun Kota dengan pertimbangan (jarak)nya lebih pendek dan bisa digabung dengan KRL. Jadi, dari bandara (Soetta) langsung ke Kota, langsung ganti KRL,” kata Hermanto Dwiatmoko, Direktur Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, kemarin (21/12).
Namun, menurut Hermanto, proyek kereta ekspres Soetta-Kota ini belum diprioritaskan karena Kemenhub masih berfokus pada pembangunan jalur kereta serupa sepanjang 12,1 km yang menghubungkan Bandara Soekarno Hatta dengan Stasiun Batu Ceper.
“Waktunya belum tahu kapan. Kita fokus karena sebentar lagi jadi Batu Ceper. Rencananya, 2017 pertengahan bisa beroperasi (jalur Soetta-Kota),” tuturnya.
Pembangunan Jalur kereta ekspres Soetta-Kota ini muncul menggantikan rute Halim Perdanakusuma-Soekarno Hatta yang sebelumnya pernah digagas. Pembatalan Proyek kereta ekspres Soetta-Halim Perdanakusuma tersebut lantaran terkendala masalah biaya. Dari hasil pra studi kelayakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) didapatkan rincian nilai investasi sebesar USD 1,8 M yang masih ditambah lagi financing cost sebesar USD 322 juta, sehingga jumlah dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur tersebut bernilai sekitar USD 2,21 M.