Jumlah Jemaah Umrah Tinggi, Vaksin Meningitis di Bandara Juanda Masih Langka

Ilustrasi : Jamaah Umrah di Bandara Juanda - www.suarasurabaya.net
Ilustrasi : Jamaah Umrah di Bandara Juanda - www.suarasurabaya.net

Sidoarjo – Jumlah jemaah umrah yang berangkat lewat Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur cukup tinggi. Sayangnya, saat ini ketersediaan vaksin meningitis tidak memadai. Berdasarkan data Imigrasi Terminal 2 Bandara Juanda, dalam sehari rata-rata jumlah calon jemaah umroh yang berangkat ke Tanah Suci mencapai lebih dari 1.700 orang.

Seluruh jemaah umrah tersebut dilayani oleh 4 pesawat charter yang langsung terbang rute Surabaya-Jeddah dan Surabaya-Madinah. “Jumlah ini belum termasuk calon jemaah umrah yang terbang secara transit dengan menggunakan pesawat reguler, tujuan Kuala Lumpur-Malaysia,” ujar Kasi Pemeriksa 4 Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Arief Satriawan, Jumat (30/9), seperti dilansir dari iNews.

Arief memperkirakan lonjakan jemaah umroh tersebut akan terus berlangsung sampai akhir bulan Desember 2022 mendatang. Pasalnya, ibadah umrah baru dibuka lagi usai sempat disetop akibat pandemi.

Di sisi lain, Kepala KKP Kelas 1 Surabaya Slamet Mulsiswanto menegaskan bahwa vaksin meningitis di Bandara Juanda untuk jemaah umrah masih kosong. Pihaknya masih belum dapat memastikan kapan vaksin meningitis tersedia lagi. “Kami masih menunggu kiriman dari Jakarta,” katanya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menegaskan bahwa pihak Kemenkes masih mewajibkan vaksin meningitis untuk calon jemaah umrah asal Indonesia. Padahal, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief menyebutkan jika Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah mencabut syarat tersebut. “Kemenkes masih berpegang pada pedoman yang ada. Kita tunggu saja info lanjut,” beber Syahril.

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mendengar kabar bahwa vaksin meningitis sebenarnya sudah tidak diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi. Vaksin meningitis sifatnya hanya anjuran saja. Tetapi, belum ada pernyataan resmi mengenai kewajiban vaksinasi meningitis dari pemerintah Arab Saudi.

“Kemenag melalui perwakilan pemerintah RI di Arab Saudi akan berkoordinasi dengan otoritas berwenang di Arab Saudi untuk mendapatkan kejelasan tentang kebijakan vaksin meningitis di sana,” ujar Hilman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*