Aturan Naik Pesawat Saat PSBB Jawa-Bali Masih Sama Seperti Sebelumnya

Traveler Naik Pesawat - www.travelandleisure.com
Traveler Naik Pesawat - www.travelandleisure.com

Jakarta – Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pulau Jawa dan Bali rupanya tak ada perubahan mengenai syarat dan ketentuan perjalanan menggunakan pesawat terbang. Protokol kesehatan untuk sarana transportasi udara masih mengikuti aturan yang lama ketika PSBB sebelumnya.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. Airlangga menerangkan, aturan terkait transportasi umum yang diatur oleh pemerintah daerah hanyalah transportasi darat.

“Tentu kalau mobilitasnya antar (kota) misalnya penerbangan itu kan kita sudah ada regulasinya terkait PCR test dan lain-lain,” kata Airlangga, Kamis (7/1), seperti dilansir CNN Indonesia. Aturan terkait transportasi udara pun telah diatur oleh Satgas Penanganan Covid-19 dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mewajibkan hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan udara berlaku mulai 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Oleh karena itu, Airlangga meminta kepala daerah yang sudah ditentukan untuk menerapkan PSBB oleh pemerintah pusat segera membuat aturan teknis PSBB di wilayahnya. “Kepala daerah ini diharapkan sudah menyiapkan peraturan daerahnya, baik itu pergub maupun perkada, kemudian tentu ini sejalan dengan instruksi menteri dalam negeri yang kemarin sudah dikeluarkan,” tuturnya.

Berikut ini 23 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang diberlakukan PSBB mulai tanggal 11-25 Januari 2020:

  • DKI Jakarta: seluruh wilayah DKI Jakarta.
  • Jawa Barat: Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bekasi, Cimahi, wilayah Bandung Raya.
  • Banten: Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, dan Tangerang Raya.
  • Jawa Tengah: Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.
  • DI. Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kulon Progo.
  • Jawa Timur: Kota Malang Raya dan Surabaya Raya.
  • Bali: Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Adapun poin yang diatur pemerintah selama PSBB Jawa-Bali adalah work from home (wfh) 75 persen, pembatasan operasional mal dan pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00, hingga pembatasan layanan makan di tempat atau dine in sebesar 25 persen. “Kemudian sektor tempat ibadah 50 persen, fasilitas umum dihentikan, kegiatan sosial dihentikan, kemudian transportasi ada regulasi yang dibatasi yang diatur oleh daerah masing-masing,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*