Bandara Juanda Tunggu Petunjuk Teknis dalam Antisipasi Corona B117

Pemeriksaan penumpang di Bandara Internasional Juanda
Pemeriksaan penumpang di Bandara Internasional Juanda - detik.com

Sidoarjo – Bandara Internasional Juanda Surabaya sampai saat ini masih menunggu petunjuk teknis dalam mengantisipasi penyebaran virus corona B117. Sejauh ini, pihak manajemen tetap menerapkan aturan sesuai Surat Edaran Satgas Pengendalian COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021.

Menurut Humas Bandara Juanda, Yuristo Ardhi Anggoro, pihak pengelola bandara dan seluruh instansi terkait di bandar udara termasuk dari KKP sebenarnya telah menjalankan prokes (protokol kesehatan) yang ketat sesuai dengan instruksi dalam surat edaran satgas maupun regulator selama hampir setahun ini. Hal tersebut diterapkan untuk penerbangan domestik maupun internasional.

“Pemeriksaan tersebut akan terus kami lanjutkan. Untuk perkembangannya, kami masih menunggu petunjuk teknis dari regulator mengenai varian baru ini (B117). Untuk pemeriksaan kesehatan kedatangan penumpang dari luar negeri dilakukan oleh KKP Kelas Insecta Surabaya,” ungkap Yuristo, Kamis (4/3), seperti dilansir Detik.

Sependapat, Plt Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya, dr Acub Zaenal juga membenarkan adanya varian baru Covid-19, yakni Corona B117. Akan tetapi, pihaknya masih menerapkan Surat Edaran Satgas Pengendalian COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021.

“Dari KKP tidak ada persiapan khusus tetap berjalan seperti biasa dalam menangani setiap penumpang dari luar negeri. Berdasarkan Surat Edaran Satgas Pengendalian COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021, setiap penumpang dari luar negeri harus dilakukan pemeriksaan swab PCR dua kali. Swab PCR pertama dilakukan di Bandara Juanda. Sambil menunggu swab berikutnya penumpang tersebut dilakukan karantina selama lima hari,” beber dr. Acub.

Sedangkan untuk masa karantina selama 5 hari, penumpang dari luar negeri dapat memilih lokasi sendiri, di wisma karantina atau di hotel. Setidaknya terdapat 17 hotel yang telah disediakan untuk proses karantina, tetapi seluruh biaya ditanggung sendiri oleh penumpang.

“Dari swab PCR yang kedua itu bisa diketahui apakah yang bersangkutan itu positif atau negatif. Bila diketahui positif akan dilakukan perawatan di RS Lapangan Surabaya. Namun bila hasil swab dua kali negatif baru diizinkan pulang. Saat dilakukan karantina kami terus pantau kesehatan penumpang tersebut,” jelasnya.

Sebagai informasi, selama bulan Februari 2021 lalu Bandara Juanda telah melayani sebanyak 340.519 penumpang, peringkat kedua bandara terpadat Angkasa Pura I setelah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan perolehan sebesar 452.117 orang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*