Strategi Bertahan di Tengah Covid-19, Angkasa Pura I Kurangi Belanja Modal

Faik Fahmi, Direktur Utama AP I - mediaindonesia.com

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan penyesuaian belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp3,9 triliun menjadi Rp6,3 triliun. Hal ini dilakukan sebagai salah satu strategi perusahaan untuk dapat bertahan hidup di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan bahwa sebelumnya pihak AP I sudah menetapkan anggaran sebesar Rp10,2 triliun untuk belanja modal sepanjang tahun 2020 ini. Seluruh sumber modal yang digunakan berasal dari kas internal perusahaan. “Ada beberapa investasi baru yang kami batalkan. Sisanya tetap kami realisasikan sampai akhir tahun sehingga tidak mengganggu cashflow [arus kas] perusahaan,” ujar Faik, Rabu (13/5), seperti dilansir Bisnis.

“Jadi kami melakukan efisiensi yang terstruktur dan terarah serta tetap memprioritaskan aspek operasional dan safety, karena di industri penerbangan ini aspek safety menjadi aspek yang sangat penting,” imbuh Faik.

Sejumlah kategori umum yang jadi objek pemangkasan belanja perusahaan meliputi belanja kategori non-esensial yang dipotong sebesar lebih dari 70 persen, belanja kategori kontributor dipotong 20 hingga 85 persen, belanja kategori akselerator dipangkas 10 hingga 20 persen, dan belanja kategori esensial dipotong dengan ketat sebesar kurang dari 20 persen.

Faik pun merinci detail komponen per komponen yang mengalami pemotongan dan pemangkasan. “Opex kita potong 32 persen, lalu capex ditunda dan dibatalkan sebanyak 39 persen, lalu ada pengurangan luasan operasional bandara sebesar 80 persen, dan pengurangan jam operasional 50 persen,” terang Faik.

Kemudian komponen lain yang dipangkas adalah tenaga outsourcing sebesar 50 persen, pengurangan biaya umum sebesar 30 persen, penundaan biaya konsesi bandara dan relaksasi dividen sebesar 100 persen.

Belanja modal perusahaan nantinya dialokasikan untuk berbagai proyek strategis pengembangan bandar udara yang ditargetkan rampung tahun ini sampai pertengahan tahun mendatang. Proyek itu antara lain pengembangan Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional Pattimura Ambon, dan Bandara Internasional Lombok. AP I sebelumnya juga telah mengerjakan 2 proyek strategis, seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara El Tari di Kupang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*