Dibangun Mulai April 2020, Bandara Kediri Bakal Diintegrasikan dengan Juanda

Faik Fahmi, Direktur Utama AP I - mediaindonesia.com

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) menargetkan Bandara Dhoho di Kediri menjadi bagian dari multi-airport system di wilayah Jawa Timur guna melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang. Bahkan Bandara Kediri juga direncanakan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi gerbang alternatif untuk menuju Jatim selain Bandara Juanda Surabaya.

Sampai tahun 2019 lalu tercatat Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo telah melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan trafik pesawat mencapai 129 ribu pergerakan dan kargo mencapai 88,4 juta kg. Pada 2018, jumlah penumpang sebanyak 21 juta penumpang dengan kapasitas 15 juta. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu kapasitas di Bandara Juanda semakin kurang memadai.

Langkah pengembangan maksimal pun hanya mampu meningkatkan kapasitas Bandara Juanda jadi 21 juta penumpang per tahun. “Ini akan semakin tidak memadai kalau pertumbuhan trafik semakin besar, perlu dipikirkan alternatif trafik. Jadi Bandara Kediri kami kembangkan sebagai penopang dalam multi airport system, pengaturan trafik kami kaji ke sana,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Selasa (10/3), seperti dikutip dari Bisnis.

Kemudian untuk ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kediri rencananya akan dilakukan pada tanggal 15 April 2020 depan. Pembangunan bandara yang meliputi wilayah selatan Jawa Timur itu diperkirakan rampung dalam kurun waktu 2 tahun. Pengelolaan secara multi airport di Jatim sendiri kabarnya membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

“Secara paralel konsep bisnis dibicarakan dan pembangunan dimulai, bagaimana agar wilayah Jatim bisa berkembang lebih besar ke depan. Ini akan ciptakan ekuilibrium baru dalam pengelolaan kegiatan transportasi udara,” tuturnya.

Faik menjelaskan, Bandara Dhoho di Kediri rencananya dibangun di Desa Grogol, Kecamatan Grogol dan Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Adapun jarak Desa Grogol ke pusat Kota Kediri sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Sedangkan jarak dari Bandara Juanda sekitar 120 km dengan waktu tempuh 1,5-2 jam perjalanan lewat jalan tol dan jarak dari Bandara Abdurrahman Saleh Malang sekitar 87 km dengan waktu tempuh perjalanan darat 3-4 jam.

Pada tahap awal, Bandara Dhoho dibangun seluas 13.558 meter persegi dari total luas lahan hampir 400 hektare dengan dimensi runway 2.400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun. “Untuk luasannya sampai 3.300 meter sehingga memang dimungkinkan didarati pesawat besar. Dan kemudian terminal juga akan sekitar 26.350 meter. Jadi dari sisi spesifikasi bandara dibutuhkan untuk pesawat berbadan besar,” ungkap Faik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*