
Jakarta – Sejak merebaknya virus corona (Covid-19), maskapai Garuda Indonesia memutuskan untuk memangkas rute penerbangan domestik dan internasional. Saat ini Garuda menyatakan terdapat penyesuaian rute dan jadwal penerbangan.
“Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk bepergian,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Senin (6/4), seperti dilansir Tribunnews.
Sejak adanya penyesuaian jadwal dan rute penerbangan akibat virus corona (Covid-19) ini, Garuda Indonesia mengalami penurunan penumpang yang cukup drastis. Menurut Irfan, penurunan tersebut sudah sangat kasat mata. Hal ini terlihat dari sepinya pergerakan penumpang di sejumlah bandara yang ada di Tanah Air.
“Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk berpergian. Jadi memang penurunan ini sangat tajam dan kita tidak dapat menghindari itu. Yang kita perlu memastikan, siapapun yang memutuskan airline-nya terbang, itu terbang dengan aman. Itu yang paling penting,” jelas Irfan.
Ia mengungkapkan, sampai saat ini Garuda Indonesia mengalami penurunan penumpang hingga 40% karena kondisi wabah virus corona. “Kita resminya sekitar 40% tapi di waktu tertentu penurunannya cukup dalam sampai mencapai 60%. Jadi kita tidak mau menutupi kondisi ini,” katanya.
Garuda Indonesia pun berupaya untuk terus memonitor pergerakan penumpang hingga menjelang Lebaran. Pasalnya, pada momen Lebaran biasanya adalah masa padat penumpang. Sayangnya, di tengah pandemi seperti saat ini hal itu kemungkinan akan sulit untuk terealisasi.
“Kami terlibat cukup dalam pada aktivitas pemerintah di rencana tolak mudik. Tentu saja biasanya mudik lebaran adalah salah satu peak time buat airline. Seperti Garuda biasanya sangat sibuk jelang lebaran. Tapi kali ini kita bersama menganjurkan orang untuk menghindari mudik, namun kalau dipaksakan kita tetap support mereka yang mudik,” ungkap Irfan.
Irfan menegaskan, Garuda tak akan menutup rute penerbangan secara keseluruhan. Garuda saat ini hanya menutup rute penerbangan yang memang dilarang seperti ke China dan Arab Saudi. Di luar rute tersebut, Garuda memastikan pesawatnya tetap beroperasi walaupun mengalami beberapa evaluasi frekuensi terbang.
“Seperti ke Amsterdam kita masih terbang. Karena penting, kita terbang ke sana bagi warga negara asing yang mau pulang ke kampung halamannya maupun juga WNI, pelajar-pelajar Indonesia yang ingin pulang ke Indonesia,” katanya.
Leave a Reply