Penumpang Makin Sepi, Sejumlah Tenant di Bandara Juanda Merugi & Tutup

Toko-toko di Bandara Juanda tutup - news.detik.com
Toko-toko di Bandara Juanda tutup - news.detik.com

Sidoarjo – Di tengah pandemi virus corona yang memukul berbagai sektor industri di Indonesia, para tenant (penyewa) toko di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur pun terkena dampaknya. Banyak di antara mereka yang merugi dan terpaksa tutup karena dari hari ke hari penumpang di Bandara Juanda semakin sepi.

Menurut salah satu penjaga tenant bernama Ani Rihana mengaku dampak sepinya bandar udara ini telah dirasakan sejak sebulan usai masuknya virus corona (Covid-19) di Indonesia. Terlebih karena pemerintah menerapkan kebijakan untuk tidak keluar rumah sementara waktu.

“Kurang lebih sejak Corona mencuat apalagi di Surabaya kan sudah zona merah. Sejak itu kan pemerintah sudah melakukan beberapa hal proteksi seperti social distancing dan semuanya. Nah itu orang-orang sudah mulai takut keluar rumah. Apalagi bepergian pun sudah dibatasi kan sekarang sudah juga sudah ada pembatasan wilayah,” ujar Ani di Terminal 2 Bandara Juanda, Rabu (8/4), seperti dilansir Detik.

Apabila dalam kondisi normal, tiap kedatangan penumpang selalu penuh 100 persen. Tetapi saat ini penumpang hanya berkisar 25 persen saja. “Penumpang terasa sangat ada penurunan. Kalau dulu 100 persen penumpang selalu penuh. Ini kalau ada kedatangan pesawat cuma sekitar 25 persen saja. Atau seperempatnya saja. Kadang malah ndak sampai seperempatnya,” jelas Ani.

Karena penurunan jumlah penumpang tersebut, omzet tokonya pun ikut anjlok sampai 50% dan terus merugi. Apabila masih buka, itu pun karena mereka memiliki modal yang besar. “Penurunan ke omzet sampai 50 persen. Teman-teman ini sekarang yang tenant-tenant sudah banyak yang tutup. Karena terus merugi. Mayoritas penjual makanan siap saji yang expired hari itu merugi dan tutup. Yang masih buka ya yang punya modal besar,” terangnya.

Sebelumnya, Communications & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi Hanggoro mengakui bahwa trafik penerbangan domestik dan internasional mengalami penurunan. “Di 2019 juga mengalami penurunan dibanding 2018. Total di tahun 2019 lalu Bandara Juanda melayani 16,6 juta penumpang atau turun 10% dibanding tahun 2018 yang melayani 20,9 juta penumpang,” ujar Yuristo, (18/3) lalu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*