Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama September 2019 turun 10,10% jadi 1,4 juta kunjungan jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2019 sebelumnya yang mencapai 1,5 juta kunjungan.

“Angkanya mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya, karena Juli-Agustus musimnya orang liburan, dan sekarang kembali harus masuk kerja. Sehingga bisa dipahami jumlah wisman September turun,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Jumat (1/11), seperti dilansir Antara.

Suhariyanto menjelaskan, penurunan kunjungan turis asing ini berlangsung di hampir semua pintu masuk, terutama di pintu masuk Bandara Juanda Surabaya yang turun mencapai 30,36%. Adapun jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur (Jatim) turun dari 29.751 kunjungan menjadi hanya 20.719 kunjungan. Sedangkan pada September 2019 jumlah kunjungan wisman turun 16,57% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 24.835 kunjungan.

Kemudian selama Januari-September 2019, jumlah wisman mengalami penurunan 22,11% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dari 237.990 kunjungan menjadi 185.372 kunjungan ke Jatim. Sementara itu, kunjungan wisman terbanyak pada September 2019 didominasi oleh turis berkebangsaan Malaysia sebesar 5.343 kunjungan atau 32,88%. Disusul turis asal Singapura sebanyak 2.535 kunjungan atau turun 24,73% dan turis berkebangsaan China sebanyak 2.338 kunjungan atau turun 0,41% dibanding Agustus 2019.

Kunjungan ke Jatim selama September 2019 didominasi oleh wisatawan mancanegara dari 10 negara, yakni Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat (AS), India, Jepang, Thailand, Korea Selatan dan Jerman. Kunjungan wisman dari 10 negara utama tersebut meliputi 68,22% dari keseluruhan wisman yang datang ke Jatim pada September 2019.

Kemudian untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2019 mencapai 54,18% atau turun 0,31 poin dibanding TPK pada Agustus 2019 sebanyak 54,49%. TPK tersebut maksudnya, pada September 2019 dari setiap 100 kamar yang disediakan seluruh hotel berbintang di Jawa Timur, tiap malam telah terisi antara 54-55.

Suhariyanto menambahkan, pemerintahan yang baru mempunyai tantangan untuk mendatangkan wisatawan asing lebih besar ke Indonesia. “Kabinet yang baru sudah mengambil beberapa destinasi utama, karena Indonesia ini banyak sekali yang menarik, baik dari pemandangan maupun sisi budaya. Mudah-mudahan terus naik dari waktu ke waktu,” tandasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *