SURABAYA – Bandara Internasional Juanda yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo dikatakan menjadi salah satu pelabuhan udara paling padat di Indonesia. Pasalnya, setidaknya ada 400 pesawat terbang yang terbang dan mendarat setiap harinya di bandara tersebut, baik untuk rute domestik maupun untuk rute internasional, untuk penerbangan sipil maupun militer.

“Pesawat yang terbang dan mendarat di Bandara Juanda mulai ada yang berbadan besar, sedang, dan kecil, baik untuk penerbangan sipil maupun militer,” papar General Manager AIRNAV cabang Surabaya, Yasrul, kepada pers, Jumat (27/9) kemarin. “Setiap jamnya, setidaknya ada 34 pesawat yang melintas di bandara ini, yakni 27 merupakan pesawat reguler, dua penerbangan ekstra, dan lima penerbangan militer.”

Untuk menangani lalu lintas penerbangan yang padat itu, ia menuturkan, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AiRNAV Indonesia) khususnya cabang Surabaya, telah memiliki tenaga pemandu lalu lintas udara andal yang terus mengawasi trafik pesawat selama 24 jam per hari. “Kami memiliki 85 personel yang terbagi dalam tiga shift untuk bekerja 24 jam per hari,” sambungnya. 

Untuk mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan setiap hari di Bandara Juanda, AIRNAV Indonesia juga telah memasang sejumlah peralatan navigasi modern dan canggih yang digunakan pemandu lalu lintas udara, seperti advanced surface movement guidance and control system (ASMGCS) dan Clearance Delivery Unit (CDU).

Fungsi ASMGCS yang dipasang di menara air traffic control (ATC) untuk mengamati pesawat saat melakukan pergerakan di landas hubung dan landas pacu. Selain itu, juga untuk mendeteksi pergerakan pesawat baik menuju dan dari tempat parkir pesawat (apron) yang tidak bisa terlihat secara visual dari menara ATC jika hujan lebat.

Sementara itu, alat CDU berfungsi memastikan seluruh pesawat yang hendak berangkat sudah memiliki rencana penerbangan yang valid. Alat tersebut juga dapat mengakses informasi yang relevan sehubungan dengan kondisi cuaca. “Intinya adalah manfaat kedua alat tersebut untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan baik saat di darat maupun udara,” tutupnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *