JAKARTA/SURABAYA – Maskapai Lion Air mulai melayani penerbangan umrah tahun 1441 Hijriah secara langsung dari Indonesia menuju Madinah dan Jeddah. Menggunakan pesawat jenis Airbus 330-300 berkapasitas 440 kursi dan Airbus 330-900NEO berkapasitas 433 kursi, layanan ini berangkat dari 11 kota di Indonesia, termasuk Surabaya via Bandara Internasional Juanda.

“Pelayanan penerbangan umrah itu merupakan komitmen maskapai dalam memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah dengan harga terjangkau,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. “Kami mengucapkan terima kasih atas koordinasi dan dukungan dari regulator, pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara, mitra, pihak terkait, kru pesawat, dan seluruh karyawan. Semoga penyelenggaraan umrah pada 11 kota ini berjalan lancar.”

Selain dari Surabaya, penerbangan umrah ini juga dilayani Lion Air via Medan (Bandara Kualanamu), Padang (Bandara Minangkabau), Pekanbaru (Bandara Sultan Syarif Kasim II), Batam (Bandara Hang Nadim), Palembang (Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II), dan Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta). Di samping itu, juga lewat Solo (Bandara Adi Soemarmo), Balikpapan (Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan), Banjarmasin (Bandara Syamduddin Noor), dan Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin).

Danang melanjutkan, pengoperasian Airbus 330-900NEO menjadi bagian dari langkah strategis Lion Air guna memperkuat pengembangan bisnis penerbangan jarak jauh (long haul) yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 13 perjalanan tanpa henti (nonstop). Spesifikasi 330-900NEO antara lain lorong ganda (double aisle), menyediakan kabin paling senyap di kelasnya, menambah fitur utama dari kabin airspace, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan barang bawaan di kabin.

“Pesawat tersebut memiliki keunggulan dalam upaya meningkatkan kinerja operasional. Hal itu lantaran telah dibekali perangkat modern serta tingkat keandalan sehingga memberikan nilai lebih bagi maskapai dan penumpang,” sambung Danang. “Di antaranya, menurunkan biaya operasi didukung teknologi generasi baru A350 XWB, mesin generasi terbaru, sistem baru berupa teknologi kokpit WI-Fi Tablet EFB. Kemudian, terdapat layar head up ganda dalam pencegahan runway overrun serta common type rating (lisensi pilot yang sama).”

Untuk layanan umrah 2019, pihaknya menargetkan tingkat kinerja ketepatan waktu atau on time performance (OTP) lebih dari 85 persen. Hal itu dilakukan seiring upaya memberikan layanan terbaik kepada jamaah umrah berdasarkan sistem terstruktur dan komprehensif antara perawatan pesawat, operasional di bandar udara serta keputusan cepat dan tepat guna meminimalkan dampak keterlambatan penerbangan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *