SURABAYA – Seiring wabah virus corona yang semakin meluas di wilayah Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya memasang dua bilik sterilisasi di terminal kedatangan Bandara Internasional Juanda. Setiap pengunjung, baik yang berada di terminal kedatangan domestik maupun internasional, akan melewati proses screening melalui bilik sterilisasi tersebut.

“Dua bilik sterilisasi dipasang di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda berdasar arahan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini,” jelas Kasi Pemeliharaan Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Surabaya, Anggoro Himawan. “Itulah upaya preventif untuk mengantisipasi persebaran Covid-19, khususnya di salah satu pintu masuk ke Surabaya.”

Di Terminal 2 kedatangan internasional, dipasang bilik sterilisasi tipe chamber (ruangan). Namun, berdasar kajian yang dilakukan, ke depannya, bilik di Terminal 2 Bandara Juanda akan diganti dengan tipe tunnel agar proses screening lebih cepat dan efektif. “Pemasangan bilik sterilisasi di tempat umum ini yang kali pertama di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda,” sambung Anggoro.

Sementara itu, Kepala Bidang Kekarantinaan dan Surveilans KPP Kelas I Surabaya, Budi Santoso, menyambut baik langkah preventif dari Pemkot Surabaya. Pihaknya berharap upaya itu juga dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, dalam situasi seperti ini, tentu penyakit sudah secara sporadis menyebar di beberapa wilayah Indonesia.

“Karena itu, kewaspadaan terhadap persebaran Covid-19 tidak hanya dilakukan di layanan penerbangan internasional, tetapi juga domestik,” ujar Budi. “Semoga ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Alat ini akan beroperasi, mulai penerbangan di kedatangan dari pagi sampai malam. Penerbangan paling pagi jam 7 sampai jam setengah 11 malam.”

Hampir senada, Communication and Legal Manager Bandara Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro, menyambut baik kehadiran bilik sterilisasi dari Pemkot Surabaya karena dapat membantu upaya perusahaan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyemprotkan disinfektan, menerapkan kebijakan social distancing, hingga memeriksa suhu tubuh penumpang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *