SURABAYA – Sebagai upaya untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di sekitar bandara, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda menggelar program tahunan ‘fire prevention and protection’. Mengusung tema ‘Mlipir Kampung’, kegiatan ini dilakukan pada tanggal 4 Juli, 11 Juli, dan 18 Juli 2019.

Dilansir dari situs resmi PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, kegiatan fire prevention and protection biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Namun, untuk edisi tahun ini, agenda dilakukan tiga kali, yakni tanggal 4 Juli di Kelurahan Sedati Gede, tanggal 11 Juli masih di lokasi yang sama, serta tanggal 18 Juli di Kelurahan Semampir.

“Saya bersama tim ARFF mengucapkan terima kasih sudah diterima di Kelurahan Sedati Gede untuk memberikan pengarahan dan praktik pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang biasanya disebabkan oleh kompor dan sampah-sampah yang biasanya dibakar di depan rumah,” ujar Airport Rescue and Fire Fighting Section Head, Isimaruni. “Kami mengimbau agar pencegahan dan penanggulangan kebakaran dilakukan secara bersama-sama, mengingat daerah sekitar bandara merupakan bagian dari operasional bandara yang mengedepankan keamanan dan keselamatan.”

Sementara itu, Lurah Sedati, Khusari, menyampaikan ucapan terima kasih karena telah diberikan kesempatan agar masyarakat memahami penanggulangan dini kebakaran. Dirinya pun berjanji bahwa masyarakat di kelurahan tersebut akan menjaga agar tidak terjadi bahaya kebakaran di wilayah sekitar bandara karena daerah itu merupakan ring satu daerah bandara.

Pada tahun 2018 lalu, kegiatan serupa juga telah dilakukan PT Angkasa Pura I Bandara Juanda. Pada Juli 2018, acara sosialisasi ini diadakan di Desa Segoro Tambak dan Banjar Kemuning. Personel ARFF Bandara Juanda berupaya mengedukasi masyarakat di Desa Segoro Tambak dan Banjar Kemuning terkait bahaya api dan bagaimana cara mengatasinya.

“Kegiatan tersebut sangat penting karena menyangkut aspek keselamatan penerbangan,” kata Isimaruni kala itu. “Dalam 2 bulan terakhir, tercatat ada 9 kali laporan adanya asap yang mengganggu penerbang dalam proses landing, dan juga kita ketahui bahwa musim kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober nanti.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *