Citilink & Lion Air Dilarang Terbang Bawa Penumpang ke Pontianak Selama Seminggu

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson - tribunnews.com

Pontianak – Maskapai Lion Air dan Citilink memperoleh sanksi berupa larangan terbang dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya ke Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Larangan tersebut menyusul adanya penumpang yang terdeteksi positif Covid-19 pada Jumat (25/6).

“Lion Air dan Citilink diberikan sanksi selama tujuh hari tidak boleh membawa penumpang ke Provinsi Kalbar. Mereka boleh tetap terbang ke Pontianak tetapi hanya membawa kargo,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Jumat (25/6), seperti dilansir Kalbaronline. Terdapat 2 penumpang Lion Air yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan Citilink sebanyak 7 penumpang.

Harisson menjelaskan, 2 penumpang Lion Air rute penerbangan Surabaya-Pontianak pada 22 Juni 2021 yang terkonfirmasi positif itu membawa surat keterangan negatif PCR dari klinik Kantor Gubernur. “Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata itu (surat PCR Negatif) palsu. Pada barcode jika kita pindai memang menunjukkan pada klinik Kantor Gubernur. Tetapi setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut ternyata ini dipalsukan. Dengan teknologi sekarang barcode sudah bisa direkayasa. Namun tetap bisa terpantau dan terpindai,” terang Harisson.

“Keduanya saat datang ke Bandara Supadio tidak berani menunjukkan surat negatif PCR karena mereka khawatir ketahuan oleh tim Dinas Kesehatan di Bandara Supadio. Untuk itu kita lakukan pemeriksaan swab PCR ternyata menunjukkan hasil positif,” jelasnya.

Sementara itu, untuk 7 penumpang Citilink yang dinyatakan positif itu membawa surat negatif PCR yang tidak memiliki barcode dan ada juga yang mempunyai barcode, tetapi tidak dapat dipindai. “Untuk itu kami lakukan pemeriksaan terhadap penumpang Citilink yang suratnya tidak memiliki barcode atau barcodenya tidak bisa dipindai. Dari 10 orang yang dilakukan pemeriksaan ternyata tujuh orang positif Covid-19,” paparnya.

Apabila masyarakat melakukan pemeriksaan di laboratorium yang tidak memakai aplikasi e-HAC dalam pemeriksaannya, maka masyarakat sebenarnya sedang melakukan pemeriksaan di lab yang tidak direkomendasikan oleh Kemenkes. “Untuk itu laboratorium tersebut bisa saja mengeluarkan hasil pemeriksaan negatif, padahal positif. Buktinya, ada 10 orang yang menggunakan surat negatif PCR tanpa barcode atau dengan barcode tapi tidak bisa dipindai. Buktinya, dari 10 orang ada tujuh orang yang positif, ini penumpang Citilink,” paparnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*