Berpotensi Ganggu Penerbangan, Kemenkominfo Awasi Spektrum Frekuensi di Surabaya

Spektrum Frekuensi di Surabaya -
Spektrum Frekuensi di Surabaya - inet.detik.com

JAKARTA/SURABAYA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) mengerahkan Sistem Monitoring Spektrum Frekuensi (SMFR) berbentuk mobil di empat area, yakni Surabaya, Mamuju, Palu, dan Kendari untuk mengurangi interferensi atau sinyal frekuensi saat dua sinyal berbenturan. Pasalnya, penggunaan spektrum frekuensi ilegal atau dengan tenaga yang melebih kapasitas rentan mengganggu frekuensi lain, termasuk penerbangan.

“Dalam pelaksanaannya, mobil ini untuk menemukan terjadinya interferensi spektrum frekuensi akan jauh lebih cepat dan advance prosesnya,” tutur Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, Ismail, dilansir Detik Inet. “Untuk saat ini, mobil pengawasan spektrum frekuensi akan ditempatkan di empat area, yaitu Surabaya (Jawa Timur), Mamuju (Sulawesi Barat), Palu (Sulawesi Tengah), dan Kendari (Sulawesi Tenggara).”

Ismail melanjutkan, alasan penempatan mobil SMFR di empat lokasi tersebut berdasarkan hasil profiling Kementerian Kominfo. Empat area itu sering terjadi gangguan spektrum frekuensi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Padahal, baik itu Surabaya, Mamuju, Palu, dan Kendari ini termasuk wilayah yang rentan terjadi bencana alam.

Mobil SMFR ini berfungsi untuk memonitor setiap pancaran sinyal frekuensi di radio 8,3 KHz hingga 26,5 GHz, melakukan pelacakan sumber pancaran sinyal 20 MHz hingga 3 GHz, mengawasi penggunaan frekuensi radio untuk radio keselamatan, mendukung transformasi digital, serta pemadaman siaran analog (ASO) dan 5G di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, menambahkan bahwa pengawasan spektrum frekuensi yang lebih baik diperlukan untuk menjaga aktivitas tetap aman dan terkendali. Selama ini, kata Johnny, penggunaan spektrum frekuensi ilegal atau dengan tenaga yang melebihi kapasitas rentan mengganggu frekuensi lain, termasuk penerbangan. “Ini sangat berbahaya, interferensi frekuensi bagi keselamatan penerbangan,” katanya.

Selain mengirim empat mobil SMFR, ke depannya Kementerian Kominfo juga akan mendistribusikan ke 34 unit pelaksana tugas (UPT) balai monitoring yang berada di berbagai wilayah di Tanah Air. Kami ingin melakukan pengawasan agar spektrum tersedia dengan kualitas yang memadai untuk digunakan oleh semua sektor pengguna spektrum,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*