Jumlah Penumpang di Bandara AP I Naik 38% pada Maret 2021

Faik Fahmi, Direktur Utama AP I - mediaindonesia.com

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I melaporkan bahwa selama bulan Maret 2021 trafik pergerakan penumpang di 15 bandara yang berada di bawah pengelolaannya mencapai 2.341.889 orang. Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 38% dari capaian bulan Februari 2021 yang hanya 1.695.485 orang.

“Selain itu, untuk trafik penerbangan di 15 bandara yang dikelola pada Maret 2021 mencapai 29.449 pergerakan pesawat,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Senin (5/4), seperti dilansir Tribunnews.

Faik menambahkan, trafik penerbangan tersebut tumbuh 21,7% apabila dibandingkan dengan Februari 2021 yang hanya mencapai angka 24.193 pergerakan pesawat. “Kemudian untuk trafik kargo mengalami pertumbuhan 9,5 persen yaitu mencapai 35.766.788 kilogram pada Maret 2021 dari 32.638.901 kilogram pada Februari 2021,” jelas Faik.

Adapun trafik penumpang tertinggi pada bulan Maret 2021 ada di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah sebanyak 590.127 penumpang. “Sementara trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda, Surabaya dengan total 485.754 penumpang,” ucap Faik. Terakhir, trafik penumpang tertinggi ketiga ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan total mencapai 264.095 penumpang.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur selama bulan Februari 2021 hanya 69 kunjungan. Angka tersebut naik 245% dibanding bulan sebelumnya yang hanya 20 kunjungan. Tetapi, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2020 lalu, maka jumlah turis asing terpantau turun 99,41% dari 11.700 kunjungan.

“Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak langsung dan paling terpukul saat pandemi COVID-19. Hal ini terlihat pada jumlah kunjungan wisman ke Indonesia dan khususnya ke Jatim yang turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin.

Umar menambahkan, jumlah kunjungan wisman ke Jatim selama 2020 hanya 34.977 kunjungan. Jumlah tersebut adalah yang terendah selama 5 tahun terakhir. Bahkan, ketika memasuki tahun 2021 pun kondisi sektor pariwisata masih belum ada perbaikan karena pandemi yang belum berakhir di Indonesia. “Ke depan, ketika kondisi sudah normal, dengan tatanan yang baru, tentunya diperlukan upaya yang cukup berat untuk memulihkan kondisi pariwisata, khususnya kunjungan wisman ke Jatim,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*