Surabaya – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa seluruh pesawat yang mengangkut kepulangan para jemaah haji ke Indonesia laik terbang. Selain itu, proses kedatangan jemaah haji ke Tanah Air pun disebut berlangsung dengan lancar. Rombongan jemaah haji yang pertama mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya berasal dari Kota Magetan berjumlah 449 orang menggunakan pesawat jenis Boeing 747-400.

Jemaah haji kloter pertama Surabaya ini tiba di Bandara Juanda pada pukul 03.48 WIB dengan menaiki pesawat Saudi Arabia Airlines bernomor penerbangan SV5618. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, pihak Kemenhub telah mempersiapkan kedatangan haji tahun 2019 ini dengan sebaik mungkin. “Kegiatan ramp check pesawat dan barang bawaan para jemaah haji kami lakukan untuk memastikan keamanan penerbangan jemaah haji saat berangkat maupun pulang dari Tanah Suci,” kata Polana, Minggu (18/8), seperti dilansir Bisnis.

Guna memastikan operasional pelayanan angkutan haji dapat berjalan dengan aman dan nyaman, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pun telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan melaksanakan ramp check. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak akan ada kendala pada pesawat, serta memastikan segala dokumen, lisensi para pilot, dan cabin crew juga sesuai dengan aturan.

“Kami harus memastikan bahwa pesawat yang membawa jemaah laik terbang, agar pesawat yang kembali ke Jeddah untuk membawa kembali jemaah haji ke Tanah Air dalam kondisi laik, dan kedatangan kloter pertama haji on schedule,” kata Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Nafhan Syahroni.

Adapun kelompok terbang (kloter) pertama yang pulang ke Indonesia dari debarkasi Surabaya mencapai 449 orang haji, yang terdiri dari 444 jemaah haji dan 5 petugas haji. Salah satu jemaah haji masih berada di Arab Saudi lantaran sakit dan membutuhkan perawatan medis terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia.

Sementara itu, jumlah keseluruhan jemaah haji dari embarkasi Surabaya tahun 2019 ini terdiri dari 35.706 jemaah yang berasal dari Jawa Timur, 1.034 orang dari Bali, dan 937 jamaah dari NTT. Total kloter debarkasi Surabaya sebanyak 85 kloter dan kedatangan terakhir dijadwalkan pada 15 September 2019.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *