Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I berhasil meraih laba sebesar Rp870 miliar pada semester I 2019. Angka tersebut rupanya turun apabila dibandingkan dengan perolehan laba yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp1,04 triliun. Laba senilai Rp870 miliar ini diraih AP I walaupun jumlah penumpang turun 19% selama periode tersebut.

“Laba Rp 870 miliar sampai dengan bulan Juli (2019). (Jika) dibanding tahun lalu, masih tinggi tahun lalu,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi di Jakarta, Selasa (20/8), seperti dilansir Kompas. Faik menerangkan, penurunan laba ini adalah akibat dari anjloknya jumlah penumpang di 14 bandara yang berada di bawah pengelolaan AP I.

Adapun pada semester I 2018 jumlah penumpang di 14 bandara yang dikelola AP I mencapai 46.560.775 orang. Meski demikian, Faik mengaku bahwa pendapatan PT AP I selama semester I tahun ini mengalami peningkatan sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun lalu. Sayangnya Faik masih belum bersedia merinci berapa besar pendapatan yang diraih oleh AP I.

Lebih lanjut Faik menjelaskan, pendapatan yang berkaitan dengan sektor penerbangan atau aero memang mengalami penurunan, akan tetapi pendapatan dari sektor non-aero justru meningkat. Adapun pendapatan non-aero naik secara signifikan dengan porsi non-aero dan aero yakni 45 : 55 apabila dibandingkan dari sebelumnya, yaitu 40 : 60 dan 70 : 30. “Non-aero tidak terpengaruh signifikan. Kita memperbanyak area komersial di bandara dan membuat program cukup menarik, seperti program eat, shop, and fly,” ujar Faik.

Atas dasar peningkatan pendapatan bisnis sektor non aeronautika yang naik 9% dari tahun lalu, Faik pun optimis bahwa target perolehan laba perusahaan tahun ini dapat tercapai. “Kita tahun lalu Rp 2 triliun, berharap akan setidaknya sama atau melebihi angka itu,” ungkap Faik.

Guna meraih target pendapatan tersebut, AP I tak hanya melakukan pengembangan di dalam negeri, tetapi juga mulai merambah pengoperasian luar negeri sekaligus menangkap peluang kerja sama lainnya. Misalnya saja kerja sama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC), Korea Selatan serta menjajaki pengelolaan bandara di Jeddah, Arab Saudi, dan Kuwait.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *