Pembatasan Penerbangan Bikin Konsumsi Avtur di Bandara Juanda Anjlok

Pengisian avtur pada pesawat - pikiran-rakyat.com

Surabaya – Adanya pembatasan penerbangan selama masa pandemi virus corona (Covid-19) yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia sejak beberapa waktu lalu rupanya berdampak pada menurunnya jumlah konsumsi avtur di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa timur.

Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus Rustam Aji mengungkapkan bahwa konsumsi avtur atau bahan bakar pesawat di Bandara Juanda turun drastis akibat sepinya penerbangan usai adanya larangan mudik selama masa Lebaran 2020.

“Untuk avtur dari kisaran 800 hingga 1.000 Kilo Liter/hari, kini jauh berkurang. Khusus di Bandara Juanda Sidoarjo yang biasanya 900 KL/hari, kini menjadi 200 KL/hari sampai 300 KL/hari, karena tidak ada pesawat yang terbang,” ujar Rustam di Surabaya, Kamis (4/6), seperti dilansir Antara.

Meski demikian, Rustam menegaskan bahwa pihak Pertamina MOR V masih tetap menyuplai avtur seperti biasanya. Pasalnya, beberapa pesawat masih beroperasi, misalnya pesawat yang membawa bahan pokok dan bantuan kemanusiaan Covid-19. “Sebab masih ada operasional pesawat, seperti operasional bantuan. Dan dengan penurunan penjualan tentunya kami memiliki stok yang cukup dan masih over suplai,” jelas Rustam.

Sementara itu, General Manager Pertamina MOR V, Werry Prayogi menambahkan bahwa selama masa pandemi Covid-19 ini Pertamina tengah menghadapi tiga tantangan besar, yakni penjualan minyak atau produk Pertamina yang menurun, harga minyak dunia yang kurang menguntungkan, serta melemahnya nilai tukar dolar AS.

“Namun, kami tetap optimistis bahwa dengan semangat dan kebersamaan, kekompakan dengan niat ikhlas dan doa, maka semua tantangan dapat dilewati,” tutur Werry. Ia pun mengakui bahwa pandemi ini merupakan tantangan bersama, tak terkecuali bagi Pertamina untuk beradaptasi dengan kondisi new normal.

“Kami juga telah menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di semua lini bisnis dengan tetap mempertahankan kelancaran operasional. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk tetap menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia,” tutup Werry.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*