November 2020, Kunjungan Wisman ke Jatim via Bandara Juanda Naik Tajam

Wisatawan Mancanegara di Bandara Internasional Juanda - infopublik.id
Wisatawan Mancanegara di Bandara Internasional Juanda - infopublik.id

SURABAYA – Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda sepanjang bulan November 2020 mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kedatangan turis asing ini turun sangat drastis.

Dilansir dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, kunjungan wisman via Bandara Juanda pada November 2020 tercatat sebanyak 2.434 kunjungan, melonjak 4.580,77 persen dibandingkan Oktober 2020. Meski begitu, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 20.780 kunjungan, angka ini melorot 88,29 persen.

Masih berdasarkan data yang sama, selama periode Januari hingga November 2020, wisatawan asing terbanyak berasal dari Malaysia, yakni mencapai 10.571 kunjungan (dengan kontribusi 28,37 persen). Angka tersebut disusul turis asal Singapura sebanyak 3.957 kunjungan (kontribusi 10,62 persen) dan pelancong asal Tiongkok sebanyak 2,296 kunjungan (kontribusi sebesar 6,16 persen).

Dengan kenaikan jumlah kunjungan turis, berimbas pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur. Pada bulan November 2020, ada kenaikan TPK mencapai 45,47 persen atau naik 3,38 poin dibandingkan bulan sebelumnya. TPK hotel bintang 2 (dua) sebesar 47,22 persen merupakan TPK tertinggi dibandingkan TPK hotel berbintang lainnya.

Secara nasional, BPS melaporkan jumlah kunjungan turis asing selama November 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 86,31 persen dibandingkan November 2019, tetapi naik 13,9 persen daripada Oktober 2020. Menurut paparan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, wisman yang datang ke Indonesia pada November 2020 mencapai 175,31 ribu kunjungan. “Secara bulanan, kunjungan wisman ini menunjukkan tren yang cenderung meningkat,” katanya, dilansir dari Antara.

Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 88,6 ribu atau 50 persen datang melalui jalur darat. Sementara, 50 persen sisanya, dibagi rata via jalur udara (25 persen) dan jalur laut (25 persen). Entikong, Kalimantan Barat menjadi pintu masuk yang mengalami kenaikan terbesar, disusul Aruk, Kalimantan Barat dan Atambua di Nusa Tenggara Timur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*