Lonjakan Penumpang Libur Panjang, AP I: Bandara Kami Aman

Penumpang Pesawat Juanda - radarsurabaya.jawapos.com

JAKARTA – Libur panjang berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada pekan ini membuat sejumlah bandara mengalami lonjakan penumpang dan dikhawatirkan dapat menjadi kluster baru penyebaran virus corona. Namun, PT Angkasa Pura I memastikan bahwa 15 bandara yang mereka kelola menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga penumpang tidak perlu khawatir.

Dilansir dari Antara, sebagai upaya untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa terbang akan sehat dan selamat, PT Angkasa Pura I telah melakukan sejumlah kebijakan penting, antara lain dengan menyiapkan sarana rapid test bagi calon penumpang, juga pengurusan dokumen secara digital sehingga tidak menyebabkan penumpukan calon penumpang.

Untuk rapid test yang dilakukan di bandara Angkasa Pura I, pihak manajemen menyediakan seharga Rp85 ribu per orang, lebih murah dibandingkan harga normal sebesar Rp150 ribu. Rapid test sendiri masih menjadi salah satu syarat kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan udara sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 tahun 2020 yang juga dirujuk oleh Kementerian Perhubungan.

“Seluruh upaya tersebut selalu coba kami lakukan secara konsisten. Tentunya kami berharap hingga akhir tahun nanti, baik arus pesawat, penumpang, dan barang dapat terus meningkat,” ujar PTS General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Indah Preastuty. “Oleh karenanya, kami akan semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandara dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan di bandara. Tujuannya, untuk menumbuhkan tingkat kepercayaan atas aspek keamanan penumpang selama berada di bandara.”

Perusahaan sendiri memprediksi adanya lonjakan penumpang dan pergerakan pesawat pada libur panjang akhir Oktober. Arus mudik diperkirakan akan terjadi pada Rabu (27/10/2020) hingga Kamis (28/10/2020). Sementara, arus balik diprediksi akan terjadi pada 1 November 2020. Peningkatan trafik penumpang ini disebabkan adanya kebijakan penghapusan Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax yang dikeluarkan oleh Kementerian Berhubungan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*