Malaysia Lockdown, AirAsia Tetap Terbang Surabaya-Kuala Lumpur PP

Malaysia lockdown, AirAsia tetap terbang Surabaya-Kuala Lumpur PP - detik.com

JAKARTA – Meskipun pemerintah Malaysia melarang orang Indonesia untuk masuk ke wilayah negara mereka karena kembali menerapkan kebijakan lockdown, namun AirAsia masih melayani rute ke Kuala Lumpur dari sejumlah kota di Tanah Air. Tidak hanya via Jakarta, maskapai tersebut juga masih terbang dari Surabaya (Bandara Internasional Juanda), Medan (Bandara Internasional Kualanamu), dan Lombok.

“AirAsia Indonesia masih melayani rute penerbangan Malaysia-Indonesia,” papar Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine, dilansir dari Kompas. “Namun, penerbangan difokuskan untuk mengangkut warga negara Indonesia yang ingin kembali ke Tanah Air, dan warga negara lainnya yang telah mendapat pengecualian untuk masuk ke Indonesia, serta warga negara Malaysia yang ingin pulang ke negara mereka.”

Di tengah pandemi virus corona yang masih terus berlangsung, Veranita menyebut operasionalisasi penerbangan AirAsia tetap mematuhi peraturan dan arahan otoritas terkait. Selain itu, perusahaan terus melakukan koordinasi dengan berbagai otoritas negara tujuan penerbangan untuk mengetahui aturan terkini yang diberlakukan.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia mengumumkan kebijakan untuk menutup kedatangan turis asing ke negara mereka melalui pejabat senior Malaysia, Menteri Pertahanan, Ismail Sabri, pada Selasa (1/9) lalu karena lonjakan kasus virus corona (COVID-19) di negara ini. Bukan hanya warga negara Indonesia, blokir juga berlaku untuk warga India dan Filipina.

Malaysia memang tidak terburu-buru untuk membuka pariwisata buat turis asing. Namun, naiknya penyebaran kasus baru membuat negeri tetangga ini semakin rapat menutup pintu. Masa Recovery Movement Control Order (RMCO) Malaysia, atau mirip seperti PSBB transisi di Indonesia, yang memberi perintah kontrol pergerakan pada periode 10 Juni hingga 31 Agustus 2020 akhirnya diperpanjang hingga 31 Desember 2020.

“Negara kami masih menghadapi tantangan dalam mengurangi penyebaran COVID-19 yang masih aktif menyebar ke seluruh dunia,” papar Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, seperti dikutip dari media lokal. “Kami tidak bisa mengambil risiko penyebaran virus ke negeri ini. Oleh karena itu, aturan karantina diperketat di lokasi tertentu.”

Menteri Senior, Ismail Sabri Yaakob, menambahkan bahwa untuk saat ini, pihaknya belum siap untuk membuka perbatasan mereka untuk turis asing. Bahkan, antara Malaysia dan Singapura, hanya mengizinkan dua kategori, yakni mereka yang melakukan perjalanan bisnis atau menghadiri pertemuan di Kuala Lumpur saja. Saat ini, Malaysia tidak akan memberikan persetujuan atas permintaan apa pun.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*