Larangan Terbang Selama Pandemi COVID-19, Pendapatan AP I Gagal Capai Target

Logo PT Angkasa Pura - www.infopenerbangan.com
Logo PT Angkasa Pura - www.infopenerbangan.com

JAKARTA – Pandemi virus corona yang terus meluas membuat sejumlah penerbangan dibatalkan. Alhasil, penumpang pesawat di 15 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I pun melorot cukup drastis sepanjang kuartal pertama 2020. Tercatat hanya ada 17,4 juta orang yang memakai jasa bandara PT Angkasa Pura I hingga Maret 2020 atau turun sekitar 8 persen, yang membuat pendapatan perseroan berpotensi anjlok.

“Dalam hitungan kami, realisasi hingga Maret 2020 turun sekitar 8 persen atau hanya mencapai 17,4 juta orang dari 15 bandara AP I,” ungkap Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, dilansir Kumparan. “Hingga kini, perseroan masih menghitung potensi penurunan setelah adanya larangan mudik melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020.”

Sementara itu, Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I, Awaluddin, seperti dilansir dari CNN Indonesia, menuturkan bahwa jumlah penumpang sepanjang 1 Januari hingga 15 April 2020 sudah turun 15,5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil, jumlah penumpang di bandara yang dikelola selama 1 Januari sampai 15 April 2020 hanya 16,33 juta orang, sedangkan periode sebelumnya mencapai 19,32 juta orang.

“Dengan kebijakan penghentian sementara layanan di bandara terhadap penerbangan komersial berpenumpang hingga 31 Mei 2020, maka penurunan akan lebih dalam,” katanya. “Penurunan penumpang itu jelas berdampak pada potensi pendapatan perusahaan. Manajemen menargetkan pendapatan sebesar Rp11,5 triliun sepanjang tahun ini, namun target itu akan sulit dicapai karena penghentian layanan di bandara untuk penerbangan komersial selama hampir satu bulan lebih.”

Hanya saja, Awaluddin enggan menyebutkan potensi penurunan pendapatan tahun ini. Perusahaan cuma berfokus pada tiga skenario terkait jumlah penumpang di masa pandemi COVID-19. Untuk skenario optimis, perusahaan memprediksi krisis akibat penyebaran virus corona selesai pada akhir Juni 2020 dan jumlah penumpang minus 47 persen. Sementara, untuk skenario moderat, krisis berakhir akhir Juli 2020 dan jumlah penumpang turun 56 persen, sedangkan skenario pesimis, jumlah penumpang akan anjlok 63 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*