JAKARTA/SURABAYA – Jika kunjungan penumpang dari wisatawan internasional ke Indonesia mengalami penurunan sepanjang Oktober 2019, tidak demikian dengan penumpang domestik dan rute ke luar negeri. Jumlah penumpang angkutan udara domestik dan internasional mengalami kenaikan lebih dari lima persen sepanjang bulan kesepuluh kemarin. Peningkatan terjadi di sejumlah bandara utama, termasuk Bandara Internasional Juanda.

Menurut laporan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari Senin (2/12) kemarin, seperti dilansir Kumparan, sepanjang Oktober 2019, jumlah penumpang domestik sebanyak 6,5 juta orang atau naik 5,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi di seluruh bandara utama, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar 6,64 persen, Bandara Juanda sebesar 5,35 persen, Bandara Kualanamu sebesar 5,13 persen, Bandara I Gusti Ngurah Rai sebesar 2,61 persen, dan Bandara Internasional Hasanuddin sebesar 1,97 persen.

Bandara Soekarno-Hatta masih menyumbang penumpang domestik tertinggi, yang mencapai angka 1,7 juta orang atau 26,83 persen dari total penumpang domestik. Di tempat kedua, ada Bandara Juanda yang mencapai angka 543,9 ribu orang atau sekitar 8,39 persen dari total penumpang domestik. Meski demikian, jumlah penumpang domestik sepanjang Januari hingga Oktober 2019, mengalami penurunan sebesar 19,92 persen atau mencapai 63 juta orang.

Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar negeri juga mengalami kenaikan sepanjang Oktober 2019, yakni mencapai angka 8,27 persen dibandingkan September 2019. Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi di seluruh bandara utama, seperti Bandara Hasanuddin (111,63 persen), Bandara Kualanamu (9,37 persen), Bandara Juanda (8,63 persen), Bandara Soekarno-Hatta (7,80 persen), dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (1,02 persen).

Sayangnya, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia harus mengalami penurunan yang signifikan. Sepanjang Oktober 2019, jumlah kunjungan turis luar negeri mencapai angka 1,35 juta kunjungan. Jumlah ini memang lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 1,29 juta kunjungan, namun turun 3,28 persen dari September 2019.

“Trennya sama dengan bulan-bulan sebelumnya,” papar Kepala BPS, Suhariyanto, dilansir CNBC Indonesia. “Pada Oktober 2019 sama dengan pattern bulan Oktober tahun sebelumnya, ketika selalu mengalami penurunan (kunjungan) di Oktober dan mengalami kenaikan pada Desember karena Desember itu musim liburan.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *