Penumpang Diprediksi Melonjak Saat Mudik Lebaran, Bandara Juanda Tertinggi

Antrean penumpang di Bandara Internasional Juanda - tempo.co

JAKARTA – PT Angkasa Pura I memprediksi akan ada lonjakan penumpang dan trafik penerbangan selama mudik Lebaran 2022 di sejumlah bandara yang mereka kelola mulai tanggal 29 April hingga 8 Mei 2022 mendatang. Dari 15 bandara yang berada di bawah naungan perusahaan, pergerakan tertinggi diperkirakan terjadi di empat bandara, termasuk Bandara Internasional Juanda.

“Peningkatan trafik penumpang dan penerbangan tertinggi selama periode angkutan Lebaran 2022 akan terjadi di Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara Internasional Yogyakarta,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dilansir dari Tempo. “Perseroan telah menyiapkan rencana operasional dan layanan untuk menghadapi periode lonjakan penumpang pada musim mudik tersebut.”

Meski kepadatan penumpang mungkin terkonsentrasi di empat titik, PT Angkasa Pura I bakal membuka posko Lebaran di 15 bandara mulai tanggal 25 April hingga 10 Mei 2022. Selama periode tersebut, seluruh bandara yang mereka kelola diperkirakan akan melayani hingga 2,3 juta penumpang, meningkat 452 persen. Sementara itu, trafik penerbangan akan mencapai 19.579 pergerakan atau naik hingga 232 dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bandara akan beroperasi sesuai dengan jam operasional yang telah ditetapkan,” sambung Faik. “Kami telah menyiapkan jaringan CCTV yang terkoneksi dengan Center of Command di kantor pusat Angkasa Pura I Jakarta serta layanan Contact Center 172 yang beroperasi 24 jam untuk membantu memenuhi kebutuhan informasi penerbangan dan persyaratan penerbangan bagi pengguna jasa selama masa pandemi.”

Untuk tahun 2022 ini, PT Angkasa Pura I sendiri memproyeksikan ada peningkatan trafik penumpang menjadi 38,8 juta penumpang. Angka tersebut meningkat 36 persen dibandingkan trafik penumpang tahun 2021 yang sebesar 28,4 juta penumpang. Sementara itu, trafik pesawat diproyeksikan tumbuh 37 persen atau menjadi 547.787 pergerakan pesawat dari 400.475 pergerakan pesawat pada tahun 2021.

“Kami optimis dapat mencapai target yang diproyeksikan melihat ada berbagai faktor yang mendukung tercapainya proyeksi yang ditetapkan,” terang Faik. “Seperti regulasi persyaratan perjalanan transportasi udara yang semakin mudah, diperbolehkannya mudik Lebaran & cuti bersama oleh pemerintah, penyelenggaraan KTT G20, dan kembali beroperasinya penerbangan rute internasional di Bali, Surabaya, Lombok, Manado, serta Yogyakarta & Makassar.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*