Singapore Airlines Juga Larang MacBook Pro 15 Inch Masuk Pesawat

Maskapai Singapore Airlines
Maskapai Singapore Airlines - www.batamnews.co.id

SURABAYA – Satu per satu maskapai resmi melarang penumpang untuk membawa laptop MacBook Pro 15 inch ke dalam kabin pesawat. Setelah Garuda Indonesia dan Lion Air, maskapai asing yang melayani rute Indonesia, termasuk ke Bandara Internasional Juanda, Singapore Airlines juga tidak memperbolehkan penumpang membawa notebook buatan Apple tersebut ke kabin pesawat.

Seperti diberitakan Channel News Asia, MacBook Pro 15 inch yang dipasarkan dalam periode September 2015 hingga Februari 2017 dilarang masuk ke pesawat-pesawat Singapore Airlines. Larangan ini baik dibawa ke kabin maupun disimpan di bagasi, sampai pihak Apple menyatakan bahwa perangkat tersebut aman atau baterainya sudah diganti.

“Penumpang tidak diizinkan membawa perangkat tersebut, baik sebagai bawaan maupun dalam bagasi terdaftar, sampai baterai telah diverifikasi dalam kondisi aman atau telah diganti oleh produsen,” kata pihak maskapai dalam keterangan resmi mereka. “Silakan mengunjungi situs Apple tentang program recall baterai MacBook Pro untuk mengecek apakah laptop Anda termasuk (dalam produk yang di-recall).”

Seperti diketahui, Apple pada bulan Juni kemarin mengumumkan akan menarik atau me-recall sejumlah MacBook Pro 15 inch yang sudah beredar di pasaran karena adanya cacat pada baterai laptop tersebut. Sebelum Singapore Airlines, pertengahan bulan Agustus 2019, otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) sudah melarang MacBook Pro 15 inch dibawa ke dalam pesawat karena ada masalah pada baterai.

Untuk maskapai dalam negeri, setelah maskapai nasional Garuda Indonesia, kini giliran Lion Air yang juga melarang penumpang membawa produk MacBook Pro (Retina 15-Inchi) produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017. Tak hanya di penerbangan Lion Air, larangan tersebut juga berlaku di Batik Air dan Wings Air.

“Melarang pengangkutan laptop produk Apple jenis MacBook Pro 15 inch produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/terdaftar (checked baggage) dan kargo,” jelas Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. “Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, FAA, EASA, dan IATA.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*