SURABAYA – Kabut asap di Kalimantan dalam beberapa hari terakhir membuat penerbangan sejumlah maskapai terganggu. Di Bandara Internasional Juanda, hingga Senin (16/9) kemarin, menurut keterangan PT Angkasa Pura I, setidaknya ada 43 penerbangan dari Surabaya tujuan Kalimantan yang terdampak bencana kabut asap. Akibatnya, ratusan calon penumpang harus telantar di Bandara Juanda.

“Laporan lalu lintas udara yang terdampak kabut asap mulai pukul 05.50 hingga 09.50 WIB, ada delapan penerbangan yang terganggu,” jelas Communication & Legal Head PT Angkasa Pura I Juanda, Yuristo Ardhi Hanggoro. “Kedatangan pesawat Lion Air JT 3269 tujuan Balikpapan-Surabaya dan Lion Air JT 683 Palangkaraya-Surabaya mengalami delay. Sementara, untuk keberangkatan, yang mengalami delay yaitu NAM Air IN 246 Surabaya-Samarinda, Wings Air IW 1804 Surabaya-Sampit, Lion Air JT 262 Surabaya-Balikpapan, dan Lion Air JT 314 Surabaya-Samarinda.”

Di samping delay, sejumlah maskapai terpaksa membatalkan penerbangan mereka. Di antaranya Lion Air JT 246 Surabaya-Samarinda dan NAM Air IN 244 Surabaya-Sampit. Bahkan, satu penerbangan terpaksa kembali RTB, yakni NAM Air IN 246 Surabaya-Samarinda dan diperkarakan sudah kembali mendarat di Bandara Juanda pada pukul 11.40 WIB.

“Kami melakukan penyiapan ruang tunggu penumpang, plotting parkir pesawat untuk penerbangan dialihkan (divert) yang harus mendarat di Bandara Juanda, koordinasi dan pengaturan di terminal dengan pihak maskapai utk proses refund bagi penumpang, serta koordinasi dengan pihak AIRNAV untuk monitor NOTAM,” sambung Yuristo. “Kami siap kapan pun menerima penerbangan divert karena kabut asap.”

Karena adanya sejumlah penundaan, bahkan pembatalan, ratusan calon penumpang pesawat tujuan kota-kota di Kalimantan harus telantar di Bandara Juanda. Mereka menunggu tanpa kepastian kapan pesawat yang mereka tumpangi diberangkatkan ke kota tujuan. Suasana Terminal 1 sejak Senin siang hingga sore dijejali ratusan penumpang tujuan Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, Sampit, dan Tarakan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *