Tarif Parkir Kendaraan di Bandara Ngurah Rai Batal Naik

Parkiran di Bandara Ngurah Rai - bali.tribunnews.com
Parkiran di Bandara Ngurah Rai - bali.tribunnews.com

Mangupura – PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berencana untuk menaikkan tarif parkir di bandar udara yang terletak di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Bali tersebut. Rencana kenaikan tarif parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat ini sesuai dengan surat pemberitahuan penyesuaian tarif parkir yang dikeluarkan oleh AP I, Nomor AP.I.7388/KB.03/2020/GM.DPS-B.

Pihak AP I menjelaskan, penyesuaian tarif parkir di Bandara Ngurah Rai ini dilakukan guna memberi pelayanan pengelolaan parkir yang lebih baik untuk para pengguna jasa. Dalam surat tersebut tertera bahwa tarif parkir kendaraan roda dua akan ditarik sebesar Rp4.000 dalam durasi waktu 0 sampai 12 jam. Setelah 12 jam, biaya parkir naik Rp2.000 untuk tiap jam.

Kemudian, untuk kendaraan roda empat durasi 0-1 jam tarifnya Rp10.000. Selanjutnya akan dikenai tarif Rp5.000 per jam. Demikian pula dengan kendaraan roda 6, yaitu Rp15.000 untuk durasi 0-1 jam dan dinaikkan Rp5.000 per jam. Sebelumnya, tarif parkir kendaraan roda dua dikenai Rp2.000 dari 0-12 jam. Sedangkan untuk kendaraan roda empat tarifnya Rp5.000.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Taufan Yudhistira memang membenarkan mengenai rencana penyesuaian tarif tersebut. Akan tetapi, AP I akhirnya justru memutuskan untuk menunda menaikkan tarif parkir di awal tahun 2021 ini. Pembatalan tersebut terjadi karena banyaknya masukan dari berbagai pihak.

Tarif parkir baru ini sebenarnya telah diberlakukan per 1 Januari 2021, tetapi setelah berjalan sampai 4 Januari 2021 akhirnya AP I kembali memberlakukan tarif parkir seperti semula. “Sesuai surat yang ada, kita sudah terapkan tarif baru itu per 1 Januari 2021. Namun, karena banyak masukan, akhirnya dinormalkan lagi sejak 5 Januari 2020,” jelas Taufan.

Ditundanya kenaikan tarif parkir di Bandara Ngurah Rai karena mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. Selain itu, pihaknya kini masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat. “Apakah dilanjutkan atau tidak masih tunggu keputusan selanjutnya,” tandas Taufan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*