SURABAYA/JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara rute penerbangan dari dan menuju China terkait virus corona, diprediksi akan memukul industri pariwisata dalam negeri, tidak terkecuali di Jawa Timur. Pasalnya, kunjungan wisatawan asal Negeri Tirai Bambu melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda termasuk salah satu yang terbesar.

“Wisatawan asal China memang terbesar, yang jelas ya turun drastis, tetapi demi melindungi masyarakat, itu harus dilakukan,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto, seperti dikutip dari Antara. “Ini (penutupan penerbangan ke China) memang harus dilakukan, meskipun keputusan ini berat, sebab memberikan dampak buruk bagi dunia industri dalam negeri, utamanya dari sektor pariwisata.”

Seperti diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisatawan asal China yang melalui pintu masuk Bandara Juanda sepanjang tahun 2019 kemarin adalah yang terbesar ketiga setelah Malaysia dan Singapura. Di akhir tahun kemarin, tercatat ada 23.930 kunjungan turis asal Negeri Panda, atau naik 88,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya di angka 12.686 kunjungan.

“Khusus pada Desember 2019, dari total jumlah wisatawan yang masuk Jatim yang mencapai 20.546 orang, wisatawan yang berkebangsaan Tiongkok mencapai sebanyak 1.911 kunjungan atau turun sebesar 3,58 persen dibandingkan November 2019,” sambung Adik. “Namun, dugaan saya krisis virus corona ini tidak akan lama. Harapan kami, Tiongkok secepatnya bisa mengatasi masalah itu.”

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, seluruh petugas di Bandara Juanda diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), terutama ketika melayani penumpang dari luar negeri. Petugas yang menggunakan APD tersebut adalah mereka yang berhubungan langsung dengan penumpang. Mereka dibekali perlindungan diri seperti masker dan sarung tangan.

“Mereka dibekali perlindungan diri seperti masker dan juga sarung tangan. Itu dilakukan sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan,” terang Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Yuristo. “Untuk sementara itu, petugas yang memakai APD adalah mereka yang bertugas di Terminal 2 Bandara Juanda.”

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *