Waspada Varian Mu, Bandara Juanda Perketat Pemeriksaan Kesehatan Penumpang dari Luar Negeri

Petugas Bandara memeriksa kesehatan penumpang di salah satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I - antaranews.com

Surabaya – Pemeriksaan kesehatan orang yang hendak masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur masih akan terus diperketat, baik untuk warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi masuknya varian Mu, varian baru virus corona dari negara lain.

“Sampai sekarang, semua orang dari luar negeri yang masuk Indonesia melalui Surabaya pasti akan dikarantina dulu selama delapan hari,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (8/9), seperti dilansir Suarasurabaya.

Adapun pemeriksaan terhadap penumpang penerbangan internasional, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) di Bandara Juanda telah dilakukan sejak April 2021 melalui pemeriksaan genome sequencing di laboratorium Unair. “Di laboratorium tersebut milik Unair pemerintah bisa menemukan masuknya virus varian Delta. Untuk mendeteksi varian MU bisa dilakukan dideteksi di laboratorium tersebut,” kata Khofifah.

“Varian Mu bisa diketahui melalui genome sequencing. Saat ini Jawa Timur hanya punya satu laboratorium BSL-3. Kita ingin punya satu lagi di Soetomo. Sebab, BSL-2 untuk tes PCR tidak memungkinkan untuk melakukan kultur jaringan,” imbuh Khofifah.

Kedatangan PMI dari luar negeri terjadi setiap hari di Bandara Juanda. Mereka berasal dari 26 provinsi di Indonesia. Adapun PMI yang berasal dari Jatim akan dikarantina di Asrama Haji. “Nantinya teknisnya dilakukan oleh BPBD Jatim,” paparnya.

Belum lama ini, sebanyak 260 orang PMI asal Jatim tiba di Kota Surabaya melalui 2 penerbangan internasional. Mereka sedang menjalani proses karantina di Asrama Haji Sukolilo. Sedangkan PMI dari 25 provinsi lainnya akan dikarantina di tempat lain. Penanganan teknisnya dilaksanakan oleh Korem 084 Baskara Jaya.

“Mereka baru boleh masuk kamar karantina setelah di-swab PCR. Kalau positif, CT-nya di bawah 20, akan dilakukan genome sequencing untuk mendeteksi varian virusnya,” sambungnya. Sesuai dengan petunjuk BNPB, tak ada PMI yang dapat keluar dari bandara tanpa melalui proses karantina.

“Karena varian Mu ini kebal terhadap vaksin yang sudah kita lakukan, prokes harus lebih kita tingkatkan lagi dan terapkan terus 3M. Varian Mu ini jangan sampai menimbulkan kegelisahan yang tinggi karena langkah-langkah antisipasi terus kita lakukan. Kita sudah cukup terlatih. Disiplin dan vaksinasi harus tetap ditingkatkan,” tegas Dokter Kohar Hari Santoso Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*