Selama PPKM Darurat, Jumlah Penumpang Bandara Juanda Turun 75 Persen

Petugas memeriksa kelengkapan dokumen calon penumpang di Bandara Internasional Juanda - www.jawapos.com

SURABAYA – Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, jumlah penumpang yang bepergian melalui Bandara Internasional Juanda merosot drastis. Dibandingkan sebelum PPKM Darurat, jumlah penumpang melorot hingga 75 persen, salah satunya karena persyaratan penerbangan yang semakin ketat.

“Penurunan jumlah penumpang tersebut membuat maskapai mengurangi jadwal penerbangan mereka. Per hari, pergerakan pesawat hanya di bawah 100,” tutur Stakeholder Relation Manager Bandara Juanda, Yuristo Ardhi H., seperti dikutip dari Jawa Pos. “Biasanya, maskapai empat kali terbang dalam sehari, sekarang hanya sekali.”

Ia melanjutkan, setelah penerapan PPKM Darurat, pergerakan penumpang di Bandara Juanda hanya berada di kisaran 3.600 hingga 4.000 penumpang per hari selama 17 hari. Jika ditotal, selama PPKM Darurat, ada 61 ribu penumpang. Padahal, di masa sebelum PPKM Darurat, Bandara Juanda setidaknya melayani 14 ribu hingga 15 ribu penumpang setiap hari.

Mayoritas penumpang yang masih melakukan penerbangan, baik yang tiba maupun berangkat di Bandara Juanda, merupakan tujuan Jakarta atau tiba dari Jakarta. Pasalnya, mayoritas mereka memang mempunyai kepentingan baik urusan pekerjaan atau kepentingan lainnya. “Pergerakan penumpang ini didominasi penerbangan domestik dari Jakarta dan ke Jakarta. Kalau untuk penerbangan internasional, sangat sedikit, hanya kedatangan dari Singapura dan Malaysia, yang didominasi kepulangan pekerja migran,” sambung Yuristo.

Meski jumlah penumpang mengalami penurunan yang signifikan, pengawasan dan pengetatan di bandara tetap dilakukan. Imbauan dari announcer juga rutin dilaksanakan. Begitu pula patroli oleh satgas Covid-19 bandara, terutama soal pengenaan masker dan mencegah kerumunan. Penyortiran penumpang juga masih diterapkan, sehingga tidak ada penumpukan di area check-in maupun di ruang tunggu sebelum terbang.

“Kami juga menyediakan area vaksinasi untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 pemerintah, sekaligus mempermudah penumpang melakukan vaksinasi, bisa dilaksanakan di bandara,” lanjut Yuristo. “Vaksinasi terakhir kemarin ada 200 orang setiap hari. Jadi, kami juga didukung teman-teman dari TNI AL, tetapi vaksinasi ini juga bergantung pada stok yang ada.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*