Tangerang – Terdapat sekitar 70.000 pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (1/6), tepatnya pada libur nasional Hari Lahir Pancasila.
Menurut Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta M Holik Muwardi, jumlah pergerakan penumpang tersebut tergolong normal. “Untuk plan flight pergerakan pesawat ini sekitar 650-an (penerbangan) dan pax (penumpang) sekitar hampir 70.000 (orang). Dan ini masih dalam rentang normal di masa pandemi (Covid-19),” jelas Holik, Selasa (1/6), seperti dilansir Kompas.
Lebih lanjut Holik menjelaskan, biasanya ada sekitar 500-700 penerbangan per hari ketika hari-hari normal sebelum adanya pandemi virus corona (Covid-19). Mengenai total pergerakan penumpang, normalnya ada sekitar 50.000-70.000 orang tiap hari jika tidak ada pandemi Covid-19. “Rentang normalnya untuk pergerakan pesawat 500 sampai dengan 700 penerbangan per hari dan untuk pax sekitar 50.000 sampai dengan 70.000 per hari,” jelas Holik.
Sementara itu, PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bandar udara lain di Indonesia belum lama ini melaporkan angka kerugian bersih yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp2,43 triliun untuk tahun buku 2020. Perolehan tersebut berkebalikan dari tahun 2019 di mana AP II berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp1,01 triliun.
Hal itu rupanya ikut berdampak pada anjloknya nilai laba per saham menjadi minus Rp152,36 per saham dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp74,17 per saham. “Anjloknya laba AP II tidak terlepas dari penurunan pendapatan usaha yang cukup signifikan senilai 47,27% menjadi Rp5,84 triliun dari tahun sebelumnya Rp11,08 triliun,” demikian bunyi laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Angkasa Pura II.
Angkasa Pura II merinci, pendapatan aeronautika anjlok sebesar 62,97% menjadi Rp2,17 triliun dari tahun sebelumnya Rp5,76 triliun. Pendapatan non-aeronautika juga anjlok menjadi Rp3,67 triliun dari perolehan sebelumnya di angka Rp5,32 triliun.
BUMN pengelola bandara ini juga membukukan penurunan beban pegawai menjadi Rp1,68 triliun dari sebelumnya Rp2,23 triliun. Beban operasional bandar udara pun turun jadi Rp4,43 triliun dari angka sebelumnya Rp5,18 triliun. Di sisi lain, pada pos beban keuangan terjadi peningkatan dari sebelumnya sebesar Rp795,85 miliar menjadi Rp1,13 triliun.
