Penumpang Naik, Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan Jakarta-Lombok PP

JAKARTA – Diam-diam, menambah frekuensi relasi Jakarta-Lombok dan sebaliknya. Efektif sejak 24 Juli 2022 kemarin, sekarang Jakarta-Lombok dilayani plat merah tersebut dari sembilan kali menjadi sepuluh kali dalam sepekan. Okupansi yang meningkat menjadi alasan perseroan untuk menambah penerbangan.

Pesawat Garuda Indonesia - www.aviatren.com

Pesawat Garuda Indonesia – www.aviatren.com

“Kalau sekarang sembilan kali penerbangan, ditambah menjadi sepuluh kali dalam seminggu, mulai Minggu (24/7),” ujar General Manager Garuda Indonesia wilayah NTB, Ida Ayu Wayan Sri Gutami, dikutip dari Suara NTB. “Penambahan frekuensi penerbangan ini dipertimbangkan karena melihat peningkatan jumlah penumpang.”

Menurut keterangan Gotami, load factor atau keterisian kursi pesawat relasi tersebut cukup bagus, rata-rata 35 persen dari total jumlah kursi. Saat ini, Garuda Indonesia melayani rute Jakarta-Lombok menggunakan pesawat tipe Boeing 737-800 kapasitas total 132 kursi. “Kalau jumlah (penumpang) terus naik, bisa menggunakan pesawat tipe Airbus 777-300,” sambung Gotami.

“Selain rute Lombok-Jakarta, kami juga sedang melakukan kajian untuk penambahan rute lain, misalnya Lombok-Surabaya,” imbuh Gotami. “Yang sedang kami pelajari sekarang adalah penambahan rute ke Surabaya, mudah-mudahan bisa menjadi dua kali seminggu. Perkembangan kebutuhan penumpang akan terus dipantau, untuk semua rute.”

Jika ke depannya jumlah penumpang Lombok semakin bertumbuh, ia melanjutkan, tentu Garuda Indonesia juga akan melakukan penyesuaian. Apakah dengan penambahan frekuensi penerbangan atau dengan alternatif menggunakan pesawat dengan jumlah kursi yang lebih banyak. “Pada prinsipnya, Garuda Indonesia akan memberikan pelayanan terbaik untuk menunjang pembangunan negeri,” pungkas Gotami.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa pihaknya memang telah berencana menambah frekuensi penerbangan ke sejumlah rute. Fase awal penambahan ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli sampai Agustus 2022 di berbagai sektor penerbangan keberangkatan Jakarta. Penambahan frekuensi itu akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan performa rute secara berkelanjutan serta optimalisasi armada yang akan terus ditinjau dan dievaluasi pihak Garuda.

“Meningkatnya frekuensi penerbangan ini juga turut menjadi proyeksi optimisme kami terhadap outlook kinerja positif yang ke depannya akan terus ditingkatkan, khususnya melalui penyelarasan basis kapasitas alat produksi dengan demand pasar yang pertumbuhannya semakin konsisten di tengah langkah penanganan pandemi,” terang Irfan. “Upaya itu diharapkan bisa ikut mendorong proses pemulihan pariwisata di Indonesia dan memberi dampak positif untuk perekonomian nasional.”