JAKARTA – Setelah sempat ditutup imbas pandemi Covid-19, penerbangan langsung rute Jakarta-Tashkent, Uzbekistan kembali beroperasi pada akhir April 2023 kemarin. Dioperasikan oleh maskapai Uzbekistan Airways, untuk tahap awal, penerbangan tersebut dilayani sekali dalam sepekan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Ini bukan hanya soal wisata ziarah ke Uzbekistan, tetapi yang utama adalah hubungan ekonomi, sosial, dan budaya kedua negara,” ujar Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel, saat melepas penerbangan tersebut. “Ada dua makna strategis dari pembukaan kembali rute ini, yakni muhibah anggota DPR memiliki dampak nyata dan Uzbekistan adalah negara landlocked sehingga pengiriman logistik harus melalui udara atau melalui negara lain.”
Ia melanjutkan, Uzbekistan memiliki sejumlah produk pertanian yang unggul seperti ceri dan stroberi. Sementara itu, Indonesia punya produk pertanian buah-buahan tropis, seperti pisang, nanas, mangga, dan sebagainya. “Saat ini sedang terus diusahakan agar ada kemudahan-kemudahan, khususnya tentang sertifikasi yang diakui di dua negara agar proses masuk bisa lebih cepat. Ini potensi ekonomi yang besar, khususnya bagi Indonesia,” sambung Gobel.
“Ekspor buah-buahan dan produk pertanian lainnya ke Uzbekistan merupakan pintu yang baik dalam modernisasi pertanian di Indonesia dan menyejahterakan para petani,” tambah politikus dari Daerah Pemilihan Gorontalo tersebut. “Jika kita berhasil menyejahterakan para petani, maka masalah kemiskinan di Indonesia bisa lebih mudah diselesaikan.”
Sebelumnya, penerbangan Jakarta-Tashkent harus melalui negara lain, terutama Turki. Hal tersebut menempuh waktu yang jauh lebih lama dan membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal. Kini, dengan adanya penerbangan langsung Jakarta-Tashkent, rute tersebut bisa ditempuh dalam waktu delapan jam. “Saat ini baru satu kali penerbangan dalam sepekan. Ke depan saya berharap bisa dua kali dalam dua pekan,” lanjut Gobel.
Sementara itu, Pejabat Sementara Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Muzaffar S. Abduazimov, menuturkan bahwa Uzbekistan memiliki nilai penting dalam wisata ziarah. Inilah negeri kelahiran ahli hadits, Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi, ahli kedokteran, Ibnu Sina, ahli matematika, Khawarizmi, dan juga asal tarekat Naqsabandiyah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Rachmat Gobel atas bantuannya untuk pembukaan kembali penerbangan ini. Semoga ke depan bisa setiap hari ada penerbangan,” kata Muzaffar.
