JAKARTA – Pada Lebaran tahun 2017 ini, Kementerian Perhubungan memprediksi bakal terjadi lonjakan penumpang dengan moda transportasi pesawat terbang. Karena itu, Kementerian Perhubungan pun meminta bandara-bandara di Indonesia bisa menyelenggarakan waktu operasional lebih panjang, salah satunya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Setidaknya, ada 7 bandara yang menjadi prioritas untuk melayani para penumpang, baik untuk tujuan domestik maupun internasional, di masa mudik Lebaran,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso. “Ketujuh bandara itu adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Kualanamu (Medan), Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta), Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar.”
Untuk itu, sambung Agus, upaya yang dilakukan pihak Kementerian Perhubungan adalah pemerataan waktu keberangkatan pesawat-pesawat sehingga tidak hanya terbang di jam-jam sibuk. Karena itu, waktu operasional bandara pun harus dibuka lebih panjang. “Kami telah membuat kebijakan agar bandara-bandara destinasi mudik buka lebih awal dan tutup lebih larut,” sambung Agus.
Sebelumnya, pihak PT Angkasa Pura I telah memprediksi bahwa jumlah pemudik yang menggunakan pesawat terbang pada Lebaran tahun ini bakal melonjak. Faktor libur yang cukup panjang setelah Lebaran menjadi salah satu penyebab yang bisa meningkatkan jumlah penumpang. “Kalau kondisi normal, diprediksi ada kenaikan penumpang sekitar 7 persen,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Danang Baskoro.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memperkirakan jumlah penumpang mudik Lebaran tahun ini untuk angkutan pesawat terbang naik sebesar 4,85 persen menjadi sekitar 19 juta penumpang. Untuk meningkatkan pelayanan, Budi berharap adanya penambahan sekitar 100 hingga 200 penerbangan, terutama untuk rute-rute padat semisal Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar.
