Syarat Terbaru Naik Pesawat Berlaku Agustus 2022, Wajib Tes PCR

Tes PCR di Bandara - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – Pemerintah kembali memperbarui syarat naik pesawat udara pada masa pandemi Covid-19. Berlaku mulai tanggal 11 Agustus 2022, sekarang masyarakat yang ingin bepergian menggunakan jalur udara untuk rute domestik, wajib menyertakan bukti tes PCR dengan hasil negatif, bukan lagi tes rapid antigen yang tertera dalam ketentuan sebelumnya.

Ketentuan terbaru yang mengatur syarat naik pesawat termaktub dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 23 Tahun 2022 yang terbit 11 Agustus lalu dan ditandatangani Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Suharyanto. Di aturan sebelumnya, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua bisa menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam.

Syarat Perjalanan Transportasi Udara

  • Usia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis ketiga, tidak diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR atau antigen.
  • Usia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua, diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR (3 x 24 jam).
  • Usia 18 tahun ke atas dengan kondisi kesehatan khusus, membawa hasil negatif tes PCR (3 x 24 jam) dan surat keterangan RS pemerintah bahwa tidak dapat vaksinasi Covid-19.
  • Usia 6 sampai 17 tahun yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua, tidak diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR atau antigen.
  • Usia 6 sampai 17 tahun yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama, diwajibkan membawa hasil negatif tes PCR (3 x 24 jam) atau  antigen (1 x 24 jam).
  • Usia 6 sampai 17 tahun dengan kondisi kesehatan khusus, membawa hasil negatif tes antigen (1 x 24 jam) atau PCR (3 x 24 jam) dan surat keterangan RS pemerintah bahwa tidak dapat vaksinasi Covid-19 .

Meski demikian, Suharyanto menetapkan bahwa syarat perjalanan tersebut tidak berlaku untuk pengguna moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pelayaran terbatas. Selain itu, juga dikecualikan bagi pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*