Kembangkan Fasilitas Baru, Bandara Juanda Optimis Capai Target 19,2 Juta Penumpang

Suasana di Bandara Internasional Juanda
Suasana di Bandara Internasional Juanda - www.tribunnews.com

Sidoarjo – Pihak manajemen Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur memiliki target jumlah penumpang sepanjang tahun 2020 ini bisa menembus angka 19,2 juta orang. Guna mencapai target tersebut, PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda pun berupaya untuk menyiapkan sejumlah fasilitas baru yang diharapkan bisa segera selesai tahun ini.

Adapun berbagai fasilitas baru yang sedang dikebut pengerjaan adalah proyek perluasan Terminal 1 (T1) beserta fasilitas penunjangnya. Pekerjaan tersebut sampai saat ini dikatakan masih sesuai dengan target yang ada. “Jika nanti selesai,  maka kapasitas T1 Bandara Juanda akan meningkat 126 persen,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda Heru Prasetyo, seperti dilansir Jawapos.

Lebih lanjut Heru memaparkan bahwa kapasitas Terminal 1 Bandara Juanda akan meningkat yang sebelumnya hanya 6 juta penumpang per tahun menjadi 13,6 juta penumpang per tahun, dengan luas terminal yang mencapai 91.700 meter persegi (m2). Sampai akhir tahun 2019 lalu, progres pengerjaan Terminal 1 Bandara Juanda sampai ke tahap pembenahan interior sudah mencapai 49,77%.

Realisasi pengerjaan proyek tersebut pun kabarnya melampaui target yang ditetapkan, yakni 37,41%, sehingga ada deviasi lebih sebesar 12,36%. Sedangkan tahun 2019 lalu Bandara Internasional Juanda diprediksi dapat melayani 16,6 juta penumpang atau turun 20,79%. “Meningkat jika dibandingkan 2018 yang mencapai 20,1 juta penumpang,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pergerakan pesawat tahun 2019 diprediksi mencapai 129.719 flight atau turun 17,12% dibanding tahun 2018 yang mencapai 156.519 penerbangan. Sedangkan untuk jumlah kargo tahun 2019 diprediksi mencapai 88.496.341 kg, turun 23,91% dibanding tahun 2018 yang mencapai 116.324.108 kilogram.

“Jika dilihat dari tren industri aviasi sepanjang tahun 2019, prediksi kami memang terjadi penurunan. Hal ini dialami oleh hampir semua bandara di Indonesia, tidak hanya Juanda. Namun secara umum dengan dukungan berbagai pihak termasuk TNI AL dan seluruh elemen komunitas bandara, kami dapat mempertahankan kinerja operasional bandara dengan catatan zero accident dan pengakuan ketepatan waktu atau On Time Performance di Bulan Mei oleh OAG yang merupakan lembaga analis terkemuka di industri penerbangan,” papar Heru, Rabu (1/1).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*