Jakarta – Menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang angkutan udara rute domestik selama bulan Agustus 2019 ini mengalami penurunan menjadi 6,7 juta orang atau sebesar 5,9% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 7,1 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto menilai bahwa penurunan itu tergolong drastis dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain selesainya masa libur sekolah dan juga kebakaran hutan dan atau lahan (Karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Tak hanya itu, mahalnya harga tiket pesawat pun juga masih menjadi salah satu alasan mengapa jumlah penumpang pesawat domestik anjlok.

“Jumlah penumpang angkutan udara turun tajam 5,9 persen. Selain karena habis masa liburan sekolah juga ditambah dengan berbagai bencana yang terjadi, seperti kebakaran hutan dan lahan yaitu di rute-rute daerah Kalimantan dan Sumatera,” kata Suhariyanto di Jakarta Pusat, Selasa (1/10), seperti dilansir Sinarharapan.

Lebih lanjut Suhariyanto memaparkan, selama periode Januari – Agustus 2019 jumlah penumpang rute domestik mencapai 50,3 juta orang atau menurun 20,2% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 62,9 juta orang.

Adapun penurunan penumpang domestik tertinggi dialami oleh Bandara Juanda Surabaya sebesar 12,72 persen, Bandara Hasanuddin Makassar 5,20 persen, Bandara Kualanamu Medan 4,49 persen, dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta sebesar 2,01 persen. Sedangkan kenaikan jumlah penumpang berlangsung di Bandara Ngurah Rai Denpasar mencapai 4,55 persen.

Sedangkan perjalanan penumpang terbesar melalui Bandara Soetta sebanyak 1,7 juta orang atau 25,53% dari keseluruhan penumpang domestik. Disusul Bandara Juanda yang meraih jumlah penumpang terbesar kedua, yaitu 541,3 ribu orang atau 8,06%.

Jumlah penumpang pesawat rute internasional selama Agustus 2019 naik 4,36% dibanding Juli 2019 menjadi 1,7 juta orang. Jumlah tersebut tidak termasuk dengan penumpang jemaah haji. Sedangkan selama Januari-Agustus 2019, total penumpang pesawat ke luar negeri mencapai 12,2 juta orang atau meningkat 2,81% bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *