Sidoarjo – Walaupun aktivitas penumpang sepi sejak mulai mewabahnya virus corona di Indonesia, Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur ternyata masih buka dan beroperasi seperti biasanya pada Jumat (20/3). Karena pergerakan penumpang yang menurun, sejumlah maskapai pun diketahui mengurangi armadanya.

Menurut Yuristo, Manager Humas dan Hukum PT Angkasa Pura I, Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, pergerakan penumpang per hari saat ini telah mengalami penurunan. “Biasanya ada 50 ribu lebih penumpang memanfaatkan fasilitas Bandara Juanda selama sehari. Tapi sekarang turun menjadi 40 ribu sampai 42 ribu per hari. Penerbangan internasional masih dilayani terutama rute Hongkong dan Singapura yang terbanyak pelayanannya,” ungkap Yuristo, seperti dilansir dari Beritajatim.

Hal ini juga diperparah dengan ditutupnya penerbangan umrah ke Tanah Suci, sehingga pergerakan penumpang di Bandara Juanda pun anjlok. Menurut data tahun lalu, penerbangan jemaah umrah mencapai angka 19 juta orang atau berkontribusi 13% dari total trafik penumpang di Bandara Juanda. Bahkan tahun 2018 jumlahnya mencapai 20 juta orang. “Larangan sementara untuk jamaah umrah ini membuat jumlah penumpang di Juanda menurun,” papar Yuristo.

Sepanjang periode Januari-Maret 2020, terdapat 3.287.498 penumpang yang berangkat dari Bandara Juanda, baik penerbangan lokal dan internasional. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlahnya mencapai 3.302.714 penumpang. “Penurunannya hanya 0,46 persen. Yang paling terdampak penerbangan internasional,” ucapnya.

Yuris menjelaskan, penerbangan internasional di Bandara Juanda didominasi oleh jemaah umrah. Larangan terbang ke Tanah Suci ini memang sangat berdampak. Tetapi, rute penerbangan luar negeri lainnya masih normal meskipun ada sedikit penurunan, terutama untuk penerbangan ke China karena adanya larangan penerbangan dari negara itu. “Penerbangan domestik di terminal 1 (T1) bisa dikatakan tidak terdampak korona. Kalaupun turun, itu juga terjadi di seluruh bandara,” jelas Yuristo.

Kemudian ketika ditanya lebih lanjut terkait kemungkinan ditutupnya Bandara Juanda, Yuristo menjelaskan jika itu merupakan murni kebijakan dari pemerintah pusat. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda pelayanan publik di Bandara Juanda akan ditutup sementara. Yuristo menambahkan, berdasarkan surat edaran yang ada, sejumlah negara yang melakukan lockdown telah menutup penerbangan dari dan ke Indonesia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *