Otoritas Bandara Surabaya Gelar Sosialisasi Keselamatan Penerbangan Sipil

Sosialisasi Keselamatan Penerbangan Sipil - jatim.antaranews.com

Surabaya – Dalam acara Car Free Day di kawasan Taman Bungkul, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/12) lalu, Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya mengadakan kampanye keselamatan penerbangan sipil (safety campaign).

“Kampanye ini tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga stakeholder terkait dengan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Nafhan Syahroni di Taman Bungkul Surabaya, seperti dilansir Antara.

Para pegawai Kantor Otban III pun melakukan sosialisasi langsung pada masyarakat dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan imbauan dan pasal-pasal yang dikenakan apabila dilanggar. Imbauan yang disampaikan antara lain bahaya balon udara yang terbang bebas bagi pesawat udara, dilarang bergurau tentang bom di bandara dan pesawat, serta barang-barang apa saja yang boleh dibawa ke kabin pesawat. 

Lebih lanjut Syahroni memaparkan, dalam kegiatan sosialisasi tersebut ada 2 kategori masyarakat yang disasar, yaitu pengguna jasa transportasi udara dan masyarakat sekitar bandara. Menurut Syahroni, semua kategori masyarakat tersebut mempunyai peran dan tanggung jawab terkait keselamatan dan penerbangan. “Kampanye ini rutin kami lakukan. Biasanya tidak ditempat seperti ini, di dalam Bandara Juanda dan bandara-bandara lain kita lakukan berkelanjutan. Tetapi kali ini sekalian memperingati Hari Penerbangan Sipil Internasional yang jatuh pada 7 Desember,” ujar Syahroni.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut terdapat sejumlah poin penting yang ditekankan pada masyarakat, salah satunya sehubungan dengan barang bawaan apa saja yang boleh dibawa dalam pesawat. “Masyarakat sebagai pengguna transportasi udara, maka yang harus diperhatikan barang bawaannya kalau mau terbang misalnya power bank, itu ada batasannya mana yang boleh atau tidak, kemudian tidak boleh bawa gunting, pisau dan sebagainya, nanti kalau bawa ditaruh bagasi. Kemudian di jalur internasional cairan yang dibawa harus diperhatikan,” ungkapnya.

Sementara itu, pada masyarakat sekitar bandara pihaknya menekankan mengenai bahayanya balon udara. “Misalnya yang ada di lingkungan bandara yang perlu diperhatikan, misalnya tidak menggunakan laser yang diarahkan ke pesawat, karena itu bisa mengganggu pilot pada saat mau landing. Kemudian tidak boleh menaikkan layang-layang berukuran besar dan tidak boleh menerbangkan balon udara dengan ukuran besar, itu yang kita imbau kepada masyarakat,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*