Bandara Juanda Sulit Jadi Superhub, Ini Alasannya

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com
Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com

JAKARTA – Rencana pemerintah pusat untuk menjadikan Bandara Internasional Juanda sebagai salah satu bandara hub dan superhub di Indonesia dinilai PT Angkasa Pura I akan mengalami beberapa kendala. Pasalnya, pelabuhan udara tersebut berlokasi di pusat kota sehingga potensi pengembangannya bakal sulit dan berbenturan dengan kepentingan militer.

“Meski dari sisi tingkat permintaan sangat baik, (Juanda) termasuk dalam bandara intra-sipil yang pengembangannya sulit dilakukan,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dikutip dari Bisnis. “Terlebih lagi Bandara Juanda berlokasi di pusat kota. Potensi pengembangan lebih jauh menjadi sulit, karena karakteristik tanahnya yang tidak memenuhi syarat dan akan berbenturan dengan kepentingan militer. Jadi, mau tidak mau, dipertimbangkan menggunakan bandara lain sebagai pengganti Juanda.”

Selain Bandara Juanda, Fahmi juga menilai Bandara Sam Ratulangi di Manado pun memiliki kendala serupa jika dijadikan sebagai salah satu hub. Menurutnya, potensi pengembangannya terbatas karena ada perbukitan di Manado yang meski landasan pacu diperpanjang, tetap saja tidak bisa didarati pesawat dengan kapasitas besar. Peningkatan kapasitas sebagai dasar menjadi hub itu sulit, dan ini menjadi kendala tersendiri.

Sedikit berbeda, VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, menuturkan bahwa pihaknya siap apabila Bandara Juanda dijadikan sebagai salah satu superhub. Handy memastikan kesiapan itu didukung dengan infrastruktur yang telah terbangun saat ini di bandara tersebut. Fasilitas infrastruktur di kedua bandara itu pada dasarnya sudah siap dan memadai untuk dijadikan superhub bandara.

“Bandara Juanda merupakan salah satu bandara terbesar di bawah pengelolaan perusahaan, selain Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” kata Handy. “Meski demikian, nantinya juga perlu ada penyesuaian dalam melaksanakan fungsi superhub. Hanya saja, kesiapan kedua bandara itu tidak sebesar bandara lain.”

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dikabarkan sedang mengkaji penentuan dalam membentuk hub dan superhub bandar udara di Indonesia. Setidaknya, ada beberapa bandara yang bisa menjadi kunci dalam penentuan bandara hub dan superhub tersebut, termasuk Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*