Penerbangan Umrah & Haji Jatim Cuma Dilayani di Bandara Juanda?

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA – Rencana pemerintah pusat untuk mengubah status beberapa bandara internasional menjadi bandara domestik, termasuk Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu memetakan ulang keberangkatan calon jamaah haji dan umrah. Pasalnya, kemungkinan besar calon jamaah hanya akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Juanda.

“Saya meminta kepada penyelenggara ibadah haji dan umrah, yang tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), untuk melakukan pengelompokan ulang,” tutur Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dilansir Pikiran Rakyat. “Saya menyarankan agar regrouping ini segera dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, apalagi kebijakan layanan haji dan umrah belum dibuka oleh Arab Saudi.”

Menurut Khofifah, karena sejumlah bandara berubah status, maka perlu adanya proses pengkajian yang lebih dalam untuk permasalahan keberangkatan haji dan umrah, terutama adalah untuk keberangkatan haji dan umrah. “Sehingga harus ada proses yang dikaji lebih dalam untuk bisa mengambil posisi internasionalisasi,” sambung Khofifah. 

Sebelumnya, kabar penurunan kelas delapan bandara termaktub dalam surat usulan DJPU kepada Menteri Perhubungan tertarikh Juli 2020. Surat bernomor Au.003/1/8/ORJU.DBU-2020 memuat rincian bandara yang diusulkan untuk diubah statusnya dari bandara internasional menjadi domestik, yakni Bandara Maimun Saleh, Sabang; DH. Fisabilillah, Tanjung Pinang; Radin Inten II, Lampung; Pattimura, Ambon; Frans Kaisiepo, Biak; Banyuwangi; Husein Sastranegara, Bandung; dan Mopan, Merauke.

Surat yang diterbitkan pada Juli 2020 tanpa tanggal tersebut senada dengan permintaan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi sejumlah bandara internasional di Indonesia. Presiden Joko Widodo menyoroti penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, hal ini menjadi momentum bagi pemerintah memperbaiki sektor pariwisata dan penerbangan.

Di tengah kabar bahwa ada sejumlah bandara di Indonesia yang akan diturunkan statusnya menjadi bandara domestik, Bandara Internasional Juanda masih menjadi yang paling penting. Pasalnya, pelabuhan udara yang berlokasi di Sidoarjo ini menjadi pusat lalu lintas bersama dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan Bandara Internasional Kualanamu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*