Sidoarjo – Belum lama ini 5 warga negara asing (WNA) ditolak masuk saat tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur. Namun penolakan kelima WNA tersebut kabarnya bukan karena dinyatakan terjangkit virus corona atau Covid-19.

“Hari ini tidak ada yang ditolak masuk di Bandara Juanda. Kalau beberapa hari yang lalu memang ada, namun bukan karena terjangkit COVID-19,” ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya Muhammad Budi Hidayat, Kamis (12/3) malam.

Budi menambahkan, beberapa WNA yang sebelumnya ditolak masuk Bandara Juanda berasal dari China, Korea Selatan, Italia, dan Iran. “Mereka tiba dengan satu pesawat, dan bukan karena terjangkit COVID-19, melainkan karena ketidaksesuaian sistem keimigrasian, hal ini sesuai Surat Edaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Jadi bukan karena terjangkit virus corona. Mereka ditolak masuk sistem keimigrasian,” ungkap Budi.

Hingga 10 Maret 2020 setidaknya terdapat 126 WNA yang ditolak masuk ke Indonesia sebagai salah satu langkah Dirjen Kemenkumham untuk mencegah masuknya virus corona. “Totalnya yang kami tolak 126 orang. Ini dari 6 Februari 2020 sampai 10 Maret 2020. Itu rekapan penolakan WNA di tempat pemeriksaan imigrasi,” ungkap Plt Dirjen Imigrasi Kemenkuham Jhoni Ginting di Jakarta, Kamis (12/3).

Lebih lanjut Jhoni menambahkan, 126 WNA yang ditolak berasal dari sejumlah negara dan mempunyai riwayat perjalanan dari China, Iran, Italia dan Korea Selatan. Ratusan WNA yang ditolak itu ada di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali,  Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, Bandara Internasional Kualanamu Medan, Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, dan Pelabuhan Center Batam.

“Di Ngurah Rai ada 89, di Soekarno Hatta total 22 orang, Kualanamu 7 orang, Bandara Juanda 5 orang, Bandara Hang Nadim 1 dan Pelabuhan 2 orang,” paparnya. Dengan ditolaknya ratusan WNA itu diharapkan bisa menekan jumlah penyebaran kasus virus corona di Tanah Air.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *