Sidoarjo – Lanudal Juanda melakukan uji pangkalan udara teladan 2019 pada Rabu (9/10). Penilaian dalam kegiatan tersebut dilakukan oleh tim perwira beranggotakan lima orang dari Dinas Operasi Dan Latihan TNI Angkatan Laut (Disopslatal) yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Hendra Kusuma.

Menurut Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Muhammad Tohir, tuntutan tugas pangkalan udara ke depannya akan semakin kompleks. “Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan keterampilan untuk melaksanakan tugas pokok dan tugas-tugas lainnya. Seperti bantuan kemanusiaan, SAR dan tugas-tugas pangkalan Udara yang lain,” tuturnya.

Sebagai informasi, di Bandara Internasional Juanda Surabaya hingga kini sudah ada sekitar 400 pesawat yang terbang dan mendarat. Pesawat yang terbang dan mendarat di Juanda tersebut meliputi pesawat berbadan besar, sedang, dan kecil, baik untuk penerbangan sipil maupun militer. Tiap jamnya terdapat 34 pesawat yang melintasi bandara terbesar di Jawa Timur, mencakup 27 pesawat reguler, 2 penerbangan ekstra, dan 5 penerbangan militer.

Dalam kegiatan Uji Pangkalan Udara Teladan 2019 ini juga ada uji kemampuan dan uji keterampilan yang beragam. “Meliputi bongkar pasang senapan dan pistol, menembak senapan dan pistol, penggunaan bendera semaphore, tali temali, peluit, valrip, pemakaman, penurunan dan penaikan bendera, renang militer, peran tempur bahaya umum, peran tempur bahaya udara, peran kebakaran, latihan sabotase dan latihan huru hara,” tuturnya.

Tohir pun berpesan pada para anggotanya supaya dapat menjalani kegiatan ini dengan serius. “Keseriusan seluruh personel Lanudal Juanda dalam pelaksanaan penilaian uji kemampuan dan uji ketrampilan adalah nilai yang sangat luar biasa untuk mencapai hasil yang terbaik. Sehingga Lanudal Juanda bisa menjadi contoh kepada pangkalan udara lainnya yang ada di lingkungan TNI Angkatan Laut,” tutupnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *