Damri Mojokerto-Juanda Sudah Beroperasi, Bagaimana dari Terminal Bunder?

Bus Damri di Bandara Juanda - www.traveljuandamalangbatu.com

SURABAYA/GRESIK – Jika layanan bus Damri rute Mojokerto-Bandara Internasional Juanda sudah kembali beroperasi pada akhir Juni 2020 kemarin, tidak demikian dengan rute dari Terminal Bunder, Gresik. Meski masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya Raya telah berakhir sejak awal bulan kemarin, namun hingga sekarang, belum ada tanda-tanda layanan serupa akan segera beroperasi.

Dilansir dari Surya, sepinya Terminal Bunder terlihat dari tidak adanya bus yang masuk ke terminal. Padahal, portal penutup pintu gerbang bus sudah dibuka, namun masih minim bus yang keluar atau masuk, termasuk bus Damri yang melayani rute Terminal Bunder ke Bandara Juanda. Otoritas setempat sendiri menerangkan bahwa sepinya terminal setelah PSBB karena pihaknya menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Perhubungan. 

“Hingga saat ini, belum ada petunjuk teknis dari Kementerian Perhubungan,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan. “Kondisi ini juga berlaku bagi angkutan umum kapal laut, sehingga tidak semua kapal penumpang berlayar ke Pulau Bawean. Sementara itu, kapal masih tetap jalan di Gili Iyang.”

Sebelumnya, sejak pemberlakuan PSBB di Surabaya Raya, Terminal Bunder memang ditutup untuk mencegah penularan virus corona. Dengan kondisi tersebut, sudah tidak ada bus yang masuk ke terminal, termasuk bus Damri yang melayani penumpang dari Bandara Juanda. Aturan ini sendiri sebagai langkah untuk mengendalikan transportasi pada musim mudik Lebaran lalu.

Berbeda kondisinya dengan rute Mojokerto, bus Damri sudah kembali beroperasi melayani penumpang tujuan Bandara Juanda sejak tanggal 29 Juni 2020 lalu. Namun, karena pandemi COVID-19 belum berakhir, pengoperasian bus tersebut tidak dapat sepenuhnya, hanya menerjunkan dua dari empat unit armada yang ada, dengan jumlah penumpang yang dibatasi.

Sebagai tahap awal, Damri hanya mengoperasikan dua armada dari empat unit kendaraan yang ada. Ini nantinya berimbas pada durasi pelayanan, yang tadinya mampu mengangkut penumpang setiap satu jam sekali, menjadi dua jam sekali. Selain itu, kapasitas penumpang pun harus dipangkas. Memiliki kapasitas total 26 penumpang, nantinya yang boleh naik cuma 13 orang atau 50 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*