Menhub Usul Diskon PPN Avtur, Harga Tiket Pesawat Bakal Turun Signifikan?

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan - independensi.com
Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan - independensi.com

JAKARTA – Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai cara untuk menstabilkan kembali harga tiket pesawat udara. Baru-baru ini, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengusulkan untuk menghapus, atau paling tidak menurunkan PPN (pajak pertambahan nilai) avtur menjadi 5 persen kepada Kementerian Keuangan. Meski demikian, sejumlah pengamat mengatakan bahwa langkah itu tidak akan berdampak besar pada tarif penerbangan.

“Karena avtur memengaruhi biaya operasional penerbangan sekitar 40 persen, terlebih untuk pesawat kecil seperti propeller yang melayani daerah-daerah pelosok,” ujar Budi, seperti dikutip dari Warta Ekonomi. “Kami akan mengusulkan kepada Kementerian Keuangan terkait hal ini. Kalau semua upaya ini bisa dilakukan, diharapkan dapat menstabilkan harga tiket antara 15 sampai 20 persen.”

Meski demikian, pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri), Gerry Soejatman, mengatakan upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini hanya akan berefek minim dibandingkan kenaikan harga tiket pesawat. Menurutnya, penghapusan atau penurunan PP avtur bisa saja dilakukan, tetapi tidak akan terlalu berpengaruh pada harga tiket penerbangan.

“Komponen biaya avtur, umumnya sebesar 30 sampai 40 persen dari biaya pengoperasian pesawat. Namun, dengan kondisi saat ini, beban komponen biaya tersebut bisa menjadi 50 sampai 60 persen karena lonjakan harga avtur yang tinggi,” terang Gerry, dikutip dari Bisnis. “Tidak ada cara efektif untuk menurunkan harga tiket pesawat melalui sejumlah insentif tersebut.”

Pasalnya, dilanjutkan Gerry, biaya yang meningkat karena kenaikan harga avtur dan juga kenaikan Passenger Service Charge atau PSC di beberapa kota. Faktor kedua adalah karena sebelumnya lonjakan permintaan yang tinggi. Namun, saat ini tingkat permintaan sudah berangsur menurun dan harga tiket mulai mengalami penyesuaian. Kendati penurunan harga saat ini memang tidak bisa banyak karena tingginya biaya beban operasi tersebut.

“Demand (permintaan) kemarin-kemarin juga tinggi sekali. Namun, mulai minggu ini memang demand mulai menurun dan harga tiket pun menurun (tergantung rute), tetapi tidak bisa turun banyak karena tingginya biaya tadi,” jelasnya. “Faktor yang paling bisa memengaruhi penurunan harga tiket pesawat adalah penurunan harga avtur di pasar global, tetapi sangat dipengaruhi kondisi perang Rusia-Ukraina.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*