Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gelombang Ke-2 Mulai Diberangkatkan Lewat Bandara Juanda

Surabaya – Bandara Internasional Juanda Sidoarjo telah memberangkatkan calon jemaah haji embarkasi Surabaya sebanyak 17.800 orang pada gelombang pertama yang terbagi dalam 40 kloter. Sisanya masih ada 20.025 jemaah haji gelombang kedua mulai kloter 41 sampai 85 yang akan diberangkatkan melalui Bandara Juanda.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan tertib,” ujar Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jamal, Sabtu (20/7), seperti dilansir Medcom. Adapun pemberangkatan jemaah haji gelombang kedua dilaksanakan mulai hari Sabtu (20/7) kemarin. Apabila pada gelombang sebelumnya penerbangan dilakukan dari Bandara Juanda ke Madinah, maka di gelombang 2 ini berangkat dari Bandara Juanda langsung ke Jeddah.

Jamal juga menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi pada jemaah calon haji (JCH). Selain itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) juga turut diberikan pemahaman mengenai bentuk barang yang boleh dibawa dan berapa jumlahnya. “Hingga hari ini kami terus berupaya berkomunikasi dengan JCH yang belum berangkat maupun KBIH untuk betul-betul mencermati peraturan,” bebernya.

Selain itu, jemaah haji gelombang kedua pun diharuskan sudah berpakaian ihram saat berangkat dari Embarkasi Surabaya ke Bandara Juanda. Hal ini guna memudahkan jemaah haji saat tiba di Jeddah. “Ini demi mempermudah JCH. Jadi sampai Jeddah tidak membuka-buka kopernya lagi,” papar Jamal.

Menurutnya, proses pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama diwarnai oleh sejumlah hal. Selain adanya jemaah yang sakit, banyak pula jemaah yang melanggar aturan barang bawaan. “Berbeda dengan kloter akhir yang justru berjalan dengan tertib,” jelasnya.

Proses pemberangkatan JCH sendiri memang diusahakan untuk dapat berjalan kondusif karena bisa berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis JCH. “Kasihan JCH itu, mau berangkat saja kok masih tersendat karena barang bawaan yang bermasalah. Takutnya nanti psikologisnya terganggu,” ungkap Jamal.

Kondisi kesehatan jemaah haji terus dipantau sampai dengan kloter 40. Terutama kondisi JCH yang masih ada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. “Yang sakit itu enam orang dan dirawat di Rumah Sakit Asrama Haji, dua diantaranya sudah bisa dikembalikan ke Asrama Haji, jadi tinggal empat. Kami bersama KKP akan terus memantau kondisi JCH ini,” tandas Jamal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*