Juanda Jadi Bandara Kargo Distribusi Vaksin COVID-19

Bandara Juanda - www.merdeka.com

JAKARTA – Vaksin untuk virus corona memang belum benar-benar ditemukan dan masih dalam tahap uji coba. Namun, Kementerian Perhubungan telah merancang rute penerbangan yang nantinya akan digunakan untuk mendistribusikan vaksin COVID-19. Setidaknya, ada 11 bandara yang direncanakan sebagai bandara kargo pengiriman COVID-19, termasuk Bandara Internasional Juanda.

“Ketika vaksin COVID-19 telah selesai, maka rute yang digunakan untuk mendistribusikan vaksin ke seluruh Indonesia sangat vital,” papar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, dilansir dari Antara. “Rute-rute tersebut juga yang digunakan untuk tol udara dalam rangka menekan disparitas harga bahan pokok.”

Pasalnya, ditambahkan Novie, pihaknya juga memiliki program besar untuk menghilangkan disparitas harga, terutama bahan pokok masyarakat. Nantinya, dalam mendistribusikan vaksin dan bahan pokok, akan bekerja sama dengan operator moda lain yang ada di seluruh Indonesia. “Tentu saja kita akan kerja sama dengan moda transportasi lain dan operator yang ada di seluruh Indonesia,” sambung Novie.

Ada 11 bandara kargo yang direncanakan sebagai bandara kargo dengan lima di antaranya juga sebagai bandara yang dikerjasamakan melalui ASEAN Open Sky Agreement (2009 dan 2010). Bandara internasional untuk pelayanan kargo, meliputi Kualanamu Medan, SM Badaruddin II Palembang, Hang Nadim Batam, Soekarno-Hatta Tangerang/Jakarta, Juanda Surabaya, Supadio Pontianak, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Sultan Hasanuddin Makassar, I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Sam Ratulangi Manado, dan Frans Kaisiepo Biak. 

Ada empat bandara hub kargo yang melayani wilayah timur, yakni Makassar, Ngurah Rai, Manado, dan Frans Kaisiepo, dengan super hub kargo nasional di Bali (kargo transhipment) dan Soekarno-Hatta (kargo village). Sementara itu, lima bandara yang akan diliberalisasi untuk mendukung kebijakan ASEAN Open Sky antara lain, Kualanamu-Medan, Soekarno-Hatta, Juanda-Surabaya, I Gusti Ngurah Rai-Bali, dan Sultan Hasanuddin-Makassar.

Untuk rute laut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus R. Purnomo, mengatakan bahwa angkutan barang khusus tol laut utamanya guna menjangkau daerah yang tidak dijangkau kapal komersial, mulai sisi barat sampai paling utara dan wilayah timur, kapal tol laut mengangkut barang. Saat ini, terdapat 26 rute tol laut yang pelayarannya dijalankan oleh pemerintah, BUMN, dan swasta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*