Januari-November 2019, Kunjungan Wisman ke Jatim via Bandara Juanda Anjlok

Turis Asing Bandara Juanda - kominfo.jatimprov.go.id

SURABAYA – Tidak hanya jumlah penumpang domestik yang mengalami penurunan. Kunjungan wisatawan asing ke Provinsi Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda sepanjang bulan November 2019 pun harus turun 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, sepanjang Januari sampai November 2019, jumlah turis mancanegara yang datang ke Jatim anjlok 22,54 persen daripada periode yang sama tahun 2018.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada periode Januari hingga November 2019, jumlah wisatawan luar negeri yang datang ke Jawa Timur via Bandara Juanda tercatat sebanyak 222.659 kunjungan. Angka ini menurun dibandingkan periode Januari hingga November 2018 yang mencatatkan 293.290 kunjungan.

“Khusus untuk tingkat kunjungan wisman selama November 2019, tercatat mencapai 21.135 kunjungan atau turun 0,08 persen dibandingkan Oktober 2019 yang mencapai 21.152 kunjungan,” papar Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Jatim, Satrio Wibowo. “Bahkan, jika dibandingkan November 2018 yang mencapai 29.992 kunjungan, angkanya malah anjlok 29,47 persen.”

Mengenai penyebab turunnya tingkat kunjungan wisatawan ke Jawa Timur ini, Satrio mengatakan belum ada survei apa pun terkait penyebab pasti penurunan tersebut. Namun, ia memperkirakan faktor pemilu bisa menjadi penyebab sementara angka kunjungan wisatawan asing turun. “Hal ini mungkin membuat wisatawan dari luar negeri berpikir untuk menunda dulu datang ke Indonesia,” ujar Satrio.

Meski demikian, industri pariwisata Jawa Timur masih terus berkembang dan tren pertumbuhannya akan tetap positif sepanjang tahun 2020. Ketua Dewan Tata Krama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jatim, Nanik Sutaningtyas, mengatakan bahwa wisata alam adalah komoditas utama industri pariwisata Jatim. Artinya, menjual wisata alam jauh lebih mudah. 

“Kami rasa tahun depan (2020) akan lebih meningkat karena banyak pengembangan desa wisata di Jatim yang menjadi daya tarik tersendiri,” kata Nanik. “Namun, industri ini punya banyak kendala, terutama harga tiket pesawat. Pemerintah harus bisa segera merumuskan kebijakan terkait dengan harga tiket pesawat itu. Mengingat, bandara menjadi gerbang utama arus kedatangan wisman.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*